Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Rabu, 06 Februari 2019 / 14:30 WIB

Pembuat Brankas Ini Jadi Otak Pembobolan Swalayan

SRAGEN, KRJOGJA.com - Jajaran Polres Sragen berhasil mengungkap sindikat pembobol brankas Swalayan Luwes Sragen, Rabu (6/2/2019). Sebanyak tiga pelaku ditangkap berikut barang bukti (BB) sisa uang hasil curian, kendaraan dan barang yang dibeli dari hasil curian sebesar total Rp 2,2 miliar. 

Ketiga tersangka anggota sindikat yang dibekuk masing-masing Supriyanto alias Gendon (35) warga Dusun Dagen RT 6/7, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar; Narwan Lusdiyanto alias Iwan (38) asal Dusun Karang Mendeng RT 02/13, Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar dan Risang Gilang Purboyo alias Risang (21) warga Dusun Suruh Jetis RT 06/II, Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar. Ketiganya dibekuk dari dua lokasi terpisah.  

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan mengungkapkan, setelah mendapatkan laporan adanya pembobolan brankas di Swalayan Luwes, pihaknya langsung melakukan sejumlah pemeriksaan termasuk juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Dari hasil pemeriksaan para saksi, ada saksi yang melihat tersangka saat beraksi. Bermodal dari informasi tersebut kami langsung melakukan pengejaran," papar Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Harno. 

Yimmy menguraikan, sindikat itu diotaki oleh tersangka Supriyanto. Ia ditangkap di rumahnya di Dagen, Suruh, Tasikmadu, Karanganyar. Saat dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Mapolres. "Dari penangkapan ini kami kembangkan dan berhasil menangkap dua tersangka lain yakni Narwan Lusdiyanto di Banjarnegara dan juga Risang Gilang ditangkap di Tasikmadu," jelasnya.

Keduanya ditangkap sehari setelah penangkapan Supri. Dari tangan para tersangka ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Tiga unit sepeda motor, satu unit mobil, mesin gerinda, mesin bor, sejumlah mata bor, handphone, dan uang tunai sebesar Rp 1,2 miliar yang belum sempat dibelanjakan.

Kapolres menyampaikan dari inventarisasi terakhir, total uang yang digasak ternyata Rp 2,2 miliar namun yang belum dibelanjakan Rp 1,2 miliar. Uang hasil curian sempat dibelanjakan mobil, motor serta barang lainnya. "Total uang yang berhasil dibawa kabur pelaku sebanyak Rp 2,2 miliar," tandasnya. 

Sindikat pembobol brankas di Swalayan Luwes Sragen ini, lanjut Yimmy, ternyata sudah beraksi lebih dari satu kali. Dari hasil penyelidikan dan pengakuan para tersangka, mereka sebelumnya juga menggasak brankas di Swalayan Luwes Ngawi, Jawa Timur. "Ternyata mereka melakukan tidak hanya di sini. Tahun lalu melakukan di Ngawi Swalayan Luwes juga, kerugian sekitar Rp 600 juta," tambahnya.

Menurut Kapolres, para pelaku memang bisa dengan mudah membobol brankas, lantaran brankas itu dibuat oleh tersangka Supri, sang otak sindikat. Di Swalayan Luwes Ngawi, brankas yang dibobol juga buatan Supri. "Jadi pimpinan sindikat ternyata juga pembuat brankas yang dijual ke beberapa swalayan," tuturnya.(Sam)