Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 06 Februari 2019 / 15:20 WIB

Hii.. Rumdin Bupati Temanggung Jadi Sarang Nyamuk

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Petugas Dinas Kesehatan dan Saka Bhakti Husada menemukan ribuan jentik nyamuk di rumah dinas Bupati Temanggung Al Khadziq, saat melakukan 'Grebek Jentik', Rabu (6/2/2019).

Jentik tersebut antara lain ditemukan berada di pot tanamanm, kolam, di sela-sela akar pohon ayoman, dedaunan, kubangan air, tempat penampungan air dan sampah. Petugas kemudian menguras air dan tampungan yang tidak memungkinkan dikuras ditaburi abate. Temuan itu mengejutkan wartawan yang meliput kegiatan. 

Kepala Bidang Penanganan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Temanggung dr Taryumi mengatakan Grebek Jentik sebagai salah satu kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, yakni dengan pemberantasan jentik nyamuk."Paling utama adalah pemberantasan sarang nyamuk bukan pengasapan. Hari ini di Rumah Dinas Bupati. Kegiatan serupa akan dirutinkan di tempat lain," katanya. 

Dikemukakan Dinas tindak lanjuti semua informasi tentang DB, baik adanya kasus maupun rumor, dengan berkoordinasi puskesmas dan masyarakat, untuk penyelidikan epidemologi dan melihat penderita seperti adakah penularan penderita. 

Dikatakan di Temanggung pada Januari terdapat 36 kasus Demam Dengue dan 28 kasus Demem Berdarah Dengue (DBD) yang tersebar di 19 kecamatan. Kecamatan yang belum ada kasus di Tretep. Sedangkan sebagian besar di Kecamatan Temanggung. 

"Tahun lalu pada periode yang sama terdapat 23 kasus DBD dan 16 DD," katanya.

Disampaikan suhu yang lebih hangat dibanding tahun lalu membuat nyamuk mudah berkembang biak bahkan di kecamatan yang selama ini dingin dan tidak ada temuan DBD. Tetapi bisa jadi karena penderita tertular di luar daerah saat bepergian. 
  
Dia menyampaikan diperlukan kesadaran masyarakat untuk menjadi juru pemantau jentik (jumantik). Setidaknya ada menjadi jumantik di rumah sendiri, sehingga setelah rumah bebas jentik dapat meluas ke lingkungan.

Direktur RSUD Temanggung dr Artiono mengatakan ada tren peningkatan pasien DD dan DBD di RSUD dalam beberapa bulan terakhir. Pada September 2018 terdapat 14 pasien dengan rincian DD 4 dan 10 DBD. Bulan berikutnya 16 kasus dengan perincian 10 DD dan 6 DBD. November 2018 terdapat 17 kasus dengan perincian 7 DD dan 10 DBD, sedangkan Desember 36 kasus dengan perincian 24 DD dan 12 DBD. Sementara pada Januari terdapat sekitar 49 kasus. 

"Setelah ada temuan langsung kami sampaikan pada Dinkes untuk tindak lanjut. Tugas kami adalah mendiagnosa dan menerapi agar kondisi tidak turun dan penyembuhan," katanya.(Osy)