DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 04 Februari 2019 / 12:22 WIB

Berita Populer Sepekan : KA Kamandaka Kembali Dioperasikan sampai Tolak Bayar ke Kades, Nur Sayid gagal jadi Perangkat Desa

BERAGAM berita telah disajikan dan dinikmati para pembaca setia KRJOGJA.com. Namun, dalam sepekan ini ada lima berita yang mendapat perhatian pembaca. Berikut lima berita terpopuler pilihan pembaca :

Kereta Api Kamandaka Kembali Dioperasikan

Kereta Api (KA) Kamandaka rute Purwokerto-Tegal- Semarang, terhitung mulai 1 Februari 2019, kembali  hadir untuk melayani penumpang. "Untuk tetap mengapresiasi fanatisme dan kecintaan masyarakat pada KA Kamandaka, maka mulai 1 Februari 2019, KA Kamandaka kembali melayani rute Purwokerto - Semarang pulang pergi," kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto,Kamis (31/1/2019).
 
Menurutnya setelah pada tanggal 1 Desember 2018 lalu KA Joglosemarkerto relasi Solo-Kroya-Purwokerto-Tegal-Semarang-Solo pulang pergi (PP) dioperasikan maka KA Kamandaka yang melayani rute Purwokerto-Tegal-Semarang pp, ikut berubah namanya menjadi KA Joglosemarkerto.
 
Namun mulai 1 Februari 2019 KA Kamandaka relasi Purwokerto-Tegal- Semarang kembali dioperasikan. Untuk jadwal perjalanan tidak ada perubahan. Jadwal perjalanan KA Joglosemarkerto yang berubah menjadi KA Kamandaka lagi adalah, KA yang berangkat dari stasiun Purwokerto pukul 05.00, tiba di stasiun Semarang Tawang pukul 09.39.

Mau Punya SIM? Berikut Daftar Harga Permohonannya

SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM) wajib dimiliki pengendara kendaraan bermotor, seperti mobil, sepeda motor,  bus dan truk. Secara aturan, SIM memiliki beberapa golongan sesuai dengan kendaraan yang dikendarai.

Apabila nekat berkendara tanpa SIM, bisa bermasalah. Pada pasal 281 Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bila berkendara tanpa bisa menunjukan SIM, maka akan ada sanksi kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta mengintai.

Mau tak mau memang kita wajib punya SIM sebelum berencana mengemudikan kendaraan di jalan umum. Bagi Anda yang ingin membuat SIM, harga yang diberikan sangat terjangkau. Yang  termahal terdapat pada pembuatan SIM internasional.

Dobrak Mitos, Cawapres Sandiaga Uno Berani Kunjungi Pati

Cawapres Sandiaga Uno ternyata berani berkunjung ke wilayah Kabupaten Pati, Rabu (30/1/2019). Ini berarti merupakan peristiwa kali ke dua yang dilakukan oleh seorang calon pimpinan negara, setelah SBY pada tahun 2003 lalu. 

Berdasar mitos yang dipercaya sebagian masyarakat selama ini, banyak pejabat yang tidak berani berkunjung ke wilayah Pati. Hal itu disebabkan adanya anggapan, jika datang ke wilayah Pati maka akan turun jabatannya, atau bahkan bisa lengser dari kedudukannya. 

Namun mitos tersebut tidak selamanya benar. Karena sebelum terpilih menjadi Presiden RI pada tahun 2004 lalu, justru mantan Menkopolkam Jendral TNI (purn) Susilo Bambang Yudhoyono, sering bertandang ke wilayah Kabupaten Pati.  

Menurut tokoh sprititual wilayah Pati, Ustadz Mochamad Niam, keberanian cawapres Sandi berkunjung ke Pati, merupakan bukti adanya 'Wahyu Penjawi'. "Insyaallah, kabul maksud beliau," ujarnya singkat. 

Mistis! Antar Wanita Baju Putih, Bisnis Jadi Laris

BARJO (nama samaran) berprofesi sebagai tukang parkir di daerah Bantul. Setiap hari ia berangkat jam 05.00 pagi, waktu pulang sore hari jam 16.00. Rutinitas seperti itu rela dilakoninya, agar setiap hari dapurnya bisa mengepul.

Seperti biasanya Barjo berangkat dari rumahnya melalui jalan sebelah selatan SMP N 2 Sedayu Bantul. Jam 05.00 melalui jalan pedesaan bisa dikatakan sepi dan sunyi. Namun, hal tersebut tidak menjadi halangan Barjo untuk memacu kendaraan menuju tempat kerjanya. Tiba–tiba dari kejauhan ada seorang perempuan serba putih menghentikannya. Merasa kasihan perempuan tersebut karena sendirian Barjo menghampirinya.

“Mas saya tolong diantar ya sampai pertigaan SMP itu,” kata perempuan tersebut sambil menunjukkan ke arah yang dituju. Barjo tanpa pikir panjang mempersilakan perempuan itu naik. Di perjalanan, ia mencium bau wangi. Tidak biasanya ia mengalami seperti itu atau pada waktu berangkat tadi. Dalam batin Barjo, apakah bau wangi tersebut dari perempuan tersebut. Namun, pikiran negatif itu dibuangnya jauh-jauh, yang terpenting di benaknya setelah mengantar perempuan tersebut harus segera melanjutkan perjalanan ketempat kerjanya.

“Sudah Mas sampai disini saja. Terima kasih ya Mas,” ulang perempuan tersebut seperti dikutip dari harianmerapi.com.

Tolak Bayar ke Kades, NurSayid Gagal Jadi Perangkat Desa

 

 

Keinginan Nur Sayid untuk menjadi Kaur Pelayanan Umum kandas karena menolak memberikan uang syukuran sebesar Rp. 50Juta yang diminta Kepala Desa Mojoagung Kecamatan Plantingan. Pengakuan Nutsayid diungkapkan didepan Kepala Desa yang didampingi Camat Plantungan Dan Ramil saat warga melakukan unjuk rasa.

Semula warga tidak menyangka jika saat unjuk rasa masalah sapi justru menceritakan pungli yang dialaminya. Nursayid saat ujian perangkat belum lama ini lulus seleksi dan menduduki peringkat pertama. Karena posisinya berada di rangking pertama maka praktis adalah calon jadi. Namun hal itu bukan jaminan, dirinya malah justru dipanggil Kepala Desa Mojoagung.

Panggilan dipenuhi, namun kaget karena bukan ucapan selamat namun justru permintaan untuk membayar sejumlah uang sebagai syukuran karena lulus. "Saya diminta membayar Rp. 50 juta jika ingin di lantik,"ujar Nursayid Jumat (1/2).

Sontak membuat dirinya terkejut, karena tidak punya uang maka tidak disanggupi. Alhasil saat pelantikanpun akhirnya Nursayid tidak bisa dilantik dan Musatafid yang menduduki posisi rangking 2 yang dilantik. "Saya gagal menjadi kaur Pelayanan Umum dan dengan alasan berkas tidak sesuai," lanjutnya. (*)