Jateng Editor : Danar Widiyanto Senin, 04 Februari 2019 / 01:10 WIB

Hafalan Qur'an Ala Gaza, Syaikh Said Luruskan Kesalahan Pengucapan

SEMARANG, KRJOGJA.com - Kehadiran Direktur Diklat Darul Quran Al Karim Wa Sunnah Gaza (Palestina), Syaikh Dr Said Thalal Al Dahsyan mengajarkan cara menghafal Al Qur'an ala Gaza yang efektif bagi pengajar dan murid Yayasan Wakaf Bina Amal Semarang dinilai memberikan arti penting. Peserta Workshop Menghafal Al Qur'an ala Gaza ternyata banyak menemukan kesalah yang baru disadari setelah diberi tahu oleh Syaikh Dr Said Thalal Al Ahsyan dalam workshop yang digelar Minggu (3/2/2019) di Ungaran.

Tingkat kesalahannya menurut pengajar penghapal Al Qur'am terbaik di Palestina itu adalah dalam pengucapan kalimat atau lafal ayat. "Tebal tipisnya pengucapan huruf dalam setiap ayat masih menjadi perhatian yang harus dibenarkan. Selain itu panjang pendeknya dalam pelafalan juga masih butuh pembenahan", ucap Syaikh Dr Said Thalal Al Dahsyan.

Secara umum, menurutnya semangat menghafat Al Qur'an di Indonesia sangat luar biasa. Hal ini bisa dirasakannya dalam setiap gelaran workshop yang diinisiasi Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) selalu banyak peminatnya. pesertanya bahkan dari anak-anak hingga dewasa.

H Joko Widodo, Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal selaku penyelenggara workshop di bagi kalangan pengajar, murid dan kalangan umum bertempat di Balairung PP Paud dan Dikmas Ungaran mengatakan perlunya bimbingan membaca dan menghafal Al Qur'an bagi kalangan pengajar maupun murid lembaga pendidikan islam yang diampunya. "Di Era modernisasi serba digital, kita tetap perlu memperoleh bimbingan langsung dari pakarnya, meski bimbingan lewat media sosial juga ada. Workshop yang melibatkan pakar ini bisa langsung mengoreksi dan menunjukkan tingkat kesalahan kita, sehingga proses ajar-mengajar ini bisa lebih cepat menciptakan hasil," ungkap H Joko Widodo.

Pihaknya melihat, semangat religius masyarakat dewasa ini semakin meningkat didukung sarana dan prasarana yang semakin terbuka dan mudah di dapat. Kesempatan inilah yang digunakan Yayasan Wakaf Bina Amal untuk memenuhi pengetahuan dan keilmuan melalui penyelenggaraan kegiatan seperti pengajaran teknik menghafal Al Qur'am yang efektif ala Gaza.

"Syeikh Dr Said Thalal Al Dahsyan adalah pengajar penghafal Al Qur'an di Gaza Palestina. Dalam kondisi negara yang berkecamuk perang ternyata mampu mencetak ribuan penghafal Qur'an tiap tahunnya. Dalam kondisi perang saja mampu mencetak ribuan penghafal Al Qur'an, maka untuk Indonesia yang tenang dan damai ini sangat mungkin kita ampu mencetaknya lebih banyak," tambah Joko Widodo.

Sementara Sekretaris Ikadi Jawa Tengah Magiana SST MM mendorong terselenggaranya workshop penghafal Al Qur'an di Jawa Tengah dengan mendatangkan pakar pengajar terbaik dari Palestina, yakni Syaikh Dr Said Thalal Al Dahsyan. Hingga kini menurutnya sudah keempat kalinya digelar dan pesertanya melampaui target. 
"Dengan adanya workshop ini maka diharapkan akan banyak melahirkan hafidz Qur'an. Untuk mencapainya, pihaknya sangat optimistis karena Indonesia mayoritas muslim dan akan menjadi peradaban baru bagi muslim dunia," ungkap Magiana. (Cha)