Gaya Hidup Agregasi    Minggu, 03 Februari 2019 / 04:44 WIB

Mau Berat Badan Ideal? Ikuti Langkah Diet Ini!

MEMILIKI berat badan ideal adalah keinginan banyak orang, namun tak semua bisa mendapatkannya. Beberapa orang ada yang masuk dalam kategori berat badan berlebih (overweight) atau bahkan obesitas. Salah satu penyebab utama dari kondisi ini adalah kesalahan mengatur pola makan.

Tak jarang mereka yang berat badannya tidak ideal ingin menjalankan diet. Rata-rata memulainya dengan mengurangi porsi makan atau bahkan melewatkan waktu makan. Benarkah cara seperti itu?

"Tentu tidak, kalau kita bicara diet itu tentang sehat. Diet itu jangan yang susah-susah sampai mengurangi porsi makan. Diet yang benar itu adalah pengaturan makan yang tepat. Pada saat ingin melakukan diet seseorang harus mengenal dirinya sendiri dulu," ungkap ahli diet Pafitri S.K.M.RD kepada Okezone, Sabtu (2/2/2019).

Ditemui dalam acara temu media “3 Steps to Reach Your Body Goals” yang diselenggarakan oleh WRP dan Shopee di Jakarta, dirinya menjelaskan ada langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum diet. Pertama, memeriksa indeks massa tubuh (IMT). Normalnya IMT ideal adalah 18,5 - 24,9. Untuk menghitungnya adalah berat badan dibagi tinggi badan kuadrat dalam satuan meter.

Sebagai contoh, si A memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 150 cm. IMT dari A adalah 60 dibagi 1,5 kuadrat. Hasilnya 26,6 yang menunjukkan berat badannya berlebih. Oleh karenanya A perlu menurunkan berat badan. Lalu bagaimana cara selanjutnya?

"Setelah mengetahui IMT, selanjutnya menghitung kebutuhan kalori harian. Menghitung kebutuhan kalori caranya berat badan ideal dikali 25. Habis itu, baru mengatur pola makan yang baik," tambah Pafitri.

Bila berat badan berlebih, maka jumlah konsumsi kalori harian harus dikurangi 300-500 kalori. Pengurangan jumlah ini dapat membantu penurunan berat badan 2-4 kg per bulan. Meskipun tidak signifikan, namun penurunan berat badan tersebut dianggap aman oleh penelitian.

Kembali ke contoh si A. Dengan berat badan 60 kg, dirinya termasuk orang overweight. Seharusnya berat badan ideal A sekira 42 kg - 57 kg. Kita ambil batas paling tinggi yaitu 57 kg. Maka kebutuhan kalori harian si A adalah 57 dikali 25 yaitu 1425 kalori. Lantaran dirinya mengalami kelebihan berat badan maka sebaiknya dikurangi 300 kalori. Jadi dia harus mengonsumsi makanan dengan jumlah kalori 1125 kalori setiap hari.

Setelah mengetahui jumlah kalori harian yang dibutuhkan, barulah menyusun menu makanan. Setiap hari, waktu makan seseorang adalah 3 kali makan besar dan 2 kali makan selingan atau camilan. Waktu makan besar ialah pagi, siang, malam. Sedangkan untuk camilan di antara waktu makan

Kebutuhan kalori pada setiap waktu makan ialah makan pagi dan makan malam 25% dari kebutuhan kalori harian. Sedangkan untuk makan siang adalah 30%. Sisanya adalah 10% untuk setiap kali waktu makan camilan.

Sebagai contoh, kalori kebutuhan harian A 1125 kalori. Maka pada saat makan pagi dan malam ia membutuhkan 25% kali 1125 kalori yaitu sekira 281 kalori. Lalu, jenis makanan apa yang harus dikonsumsi?

"Makanan yang harus dikonsumsi tetap karbohidrat, protein, lemak, sayuran, dan buah itu penting. Karbohidrat jangan dihindari, kalau enggak mau makan nasi bisa diganti dengan oatmeal. Protein juga kalau bisa hindari lauk yang digoreng. Untuk lemak konsumsilah lemak tidak jenuh dan jangan lupa sayuran dan buah, itu penting," jelas Pafitri.

Apabila sudah terbiasa dengan pola makan seperti ini maka berat badan ideal akan tercapai. "Dengan pola makan yang sesuai, berat badan akan stabil dan bersifat long term alias tahan lama. Sehingga kenaikan berat badan bisa dicegah. Pola makan seperti itu harus terus diterapkan karena diet yang sukses yang konsisten. Jangan karena sudah mencapai berat badan ideal maka pola makannya berantakan lagi," pungkas Pafitri. (*)