Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Sabtu, 02 Februari 2019 / 13:51 WIB

BTN adakan IPEX 2019

JAKARTA, KRJOGJA.com - Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) 2019. Rencananya pameran akan di gelar dua kali dalam tahun ini, yakni pameran pertama   digelar tanggal 2-10 Februari 2019.

Pameran kedua pada bulan September 2019. Pada IPEX pertama ini, akan menghadirkan 167 pengembang ini diperkirakan bisa menghasilkan transaksi sebesar Rp 6 triliun.
Sedangkan pada pameran kedua yang rencananya pada bulan September 2019, diperkirakan transaksinya mencapai Rp 11 triliun. Sehingga total realisasi transaksi IPEX 2019 mencapai Rp 17 triliun.

“Meski tahun ini suhu politik memanas menjelang Pemilihan Presiden dan ketidakpastian kondisi ekonomi global, Bank BTN optimistis transaksi senilai Rp 6 triliun dari ajang IPEX yang digelar selama pameran pertama, dan pada bulan September kita perkirakan Rp 11 triliun,” kata Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono pada acara pembukaan IPEX 2019, di Jakarta, Sabtu (2/2).

Dikatakan, dari 167 pengembang ini,116 merupakan pengembang untuk KPR non subsidi, sedangkan 51 pengembang untuk KPR subsidi. Adapun total proyek yang akan dilaksanakan sebanyak 869 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dijelaskan, pada IPEX kali ini, BTN menawarkan banyak kemudahan bagi calon debitur diantaranya Suku Bunga KPR yang murah mulai dari  6,69 persen fixed rate 1 (satu) tahun bekerja sama dengan pengembang pilihan, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas pengendapan dana, diskon asuransi jiwa sebesar 20 persen dan uang muka yang terjangkau mulai dari 1 persen.

Dijelaskan, setiap tahun Bank BTN menggelar 2 kali IPEX dengan pencatatan ijin prinsip KPR/KPA yang terus meningkat. Pada tahun 2016, ijin prinsip KPR/KPA mencapai Rp 8,3 triliun, dan pada tahun 2017 melejit menjadi Rp 12,8 triliun, sementara tahun 2018 persetujuan ijin prinsip untuk total KPR/KPA senilai Rp 18,4 triliun. 

Sementara itu untuk menarik nasabah, terutama dari generasi milenial selain menawarkan KPR Gaeess yang menjanjikan kemudahan cicilan dan uang muka. Untuk meningkatkan pelayanan KPR via online melalui website, BTN menghadirkan portal untuk nasabah yang ingin memiliki rumah, masyarakat bisa membuka wab site di  www.btnproperti.co.id .

Dijelaskan, dalam portal properti BTN yang terdiri dari www.btnproperti.co.id untuk rumah baru dan  www.rumahmurahbtn.co.id untuk rumah lelang merupakan salah satu strategi Bank BTN membangun digital ecosystem di bidang pembiayaan perumahan. 

Portal www.btnproperti.co.id hadir dengan wajah baru dan sejumlah fitur tambahan, diantaranya fitur 3D Proyek Perumahan, dimana konsumen bisa melihat langsung proyek perumahan atau unit rumah contoh dari developer Bank BTN dengan merasakan seakan-akan seperti berada di lokasi langsung karena ketersediaan data 3D unit. 

Fitur baru selanjutnya adalah transactional booking fee, dengan fitur ini konsumen atau pengunjung BTN Properti bisa langsung memesan unit rumah dari developer yang sudah bekerjasama dengan Bank BTN dan bisa langsung melakukan pembayaran booking fee atau tanda jadi pemesanan dengan kanal pembayaran yang disediakan Bank BTN mulai dari ATM/Virtual Account, Internet Banking, dan Mobile Banking. Selain itu pengajuannya juga langsung masuk ke Bank BTN untuk diproses. 

“Fitur baru selanjutnya adalah tracking status pengajuan KPR, dengan fitur ini nasabah dapat memantau status pengajuan KPR saat sudah melakukan pengajuan kredit secara online,” kata Maryono.

Dengan fitur baru tersebut, Maryono berharap akses ke www.btnproperti.co.id terus meningkat. 
Berdasarkan pantauan Bank BTN, aplikasi KPR online yang mengalir lewat portal tersebut tercatat mencapai 42.661 aplikasi, atau melompat 208 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebanyak 13.680 aplikasi. Seiring dengan peningkatan aplikasi, realisasi KPR lewat online pun melejit 238 persen secara year on year menjadi 10.853 unit pada tahun 2018 dibandingkan tahun 2017 yang hanya mencapai 3.214 unit. 

Sedangkan nilai KPR yang cair pun meroket. Pada tahun 2017 nilai KPR yang tersalurkan lewat aplikasi KPR online sebesar Rp 1,18 triliun menjadi Rp 3,83 triliun pada tahun 2018. (Lmg)