Jateng Editor : Agus Sigit Jumat, 01 Februari 2019 / 19:45 WIB

Tolak Bayar ke Kades, NurSayid Gagal Jadi Perangkat Desa

KENDAL, KRJOGJA.com - Keinginan Nur Sayid untuk menjadi Kaur Pelayanan Umum kandas karena menolak memberikan uang syukuran sebesar Rp. 50Juta yang diminta Kepala Desa Mojoagung Kecamatan Plantingan. Pengakuan Nutsayid diungkapkan didepan Kepala Desa yang didampingi Camat Plantungan Dan Ramil saat warga melakukan unjuk rasa.

Semula warga tidak menyangka jika saat unjuk rasa masalah sapi justru menceritakan pungli yang dialaminya. Nursayid saat ujian perangkat belum lama ini lulus seleksi dan menduduki peringkat pertama. Karena posisinya berada di rangking pertama maka praktis adalah calon jadi. Namun hal itu bukan jaminan, dirinya malah justru dipanggil Kepala Desa Mojoagung.

Panggilan dipenuhi, namun kaget karena bukan ucapan selamat namun justru permintaan untuk membayar sejumlah uang sebagai syukuran karena lulus. "Saya diminta membayar Rp. 50 juta jika ingin di lantik,"ujar Nursayid Jumat (1/2).

Sontak membuat dirinya terkejut, karena tidak punya uang maka tidak disanggupi. Alhasil saat pelantikanpun akhirnya Nursayid tidak bisa dilantik dan Musatafid yang menduduki posisi rangking 2 yang dilantik. "Saya gagal menjadi kaur Pelayanan Umum dan dengan alasan berkas tidak sesuai," lanjutnya.

Kepala Desa Mojoagung Samsul Maarif langsung mengatakan hal itu tidak benar. Namun demikian pihaknya tidak mau berdebat dan mempersikahkan semua pihak untuk menempuh jalur hukum. "Saya tidak mau berdebat disini silahkan melalui jalur hukum jika keberatan," ujar Samsul. (Ung)