Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 01 Februari 2019 / 16:11 WIB

Dua Jembatan di Wonosegoro Rusak Berat

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Wonosegoro, membuat dua jembatan di wilayah tersebut, yakni di Desa Repaking dan Bandung, rusak, Kamis (31/01/2019) petang kemarin. Kepala Desa Repaking, Kecamatan Wonosegoro, Sugiyanto, Jumat (1/2) menjelaskan, jembatan sepanjang 40 meter dan lebar 4 meter yang melintang di atas anak sungai Kali Serang terpaksa ditutup, sebab tiang penyangga jembatan bergeser terdorong aliran sungai.

Kondisi tersebut membuat kondisi jembatan tak layak dilewati. Terlebih curah hujan yang tinggi saat ini, aliran sungai masih sangat deras dan masih berpotensi membuat kerusakan yang lebih parah.

"Sangat berbahaya kalau dilintasi, apalagi jembatannya cukup panjang. Sehingga jembatan ditutup agar tak membahayakan yang melintas," katanya.

Padahal jembatan tersebut merupakan jalur utama masyarakat setempat ke wilayah Salatiga dan Semarang. Imbasnya, warga harus memutar melalui jalur alternatif sejauh belasan kilometer.

Satu jembatan lain, yakni jembatan sepanjang 10 meter selebar 4 meter yang menjadi penghubung antar dukuh di Desa Bandung, putuh total karena sebagian badan jembatan hilang terbawa derasnya aliran sungai. Akibatnya, warga di dua dukuh, yakni Dukuh Kebon Agung dan Wonodoyo, harus memutar sejauh 10 km bila hendak menuju ke kota kecamatan.

Salah satu warga, Sri Asih, karena jembatan rusak, ia terpaksa harus berjalan kaki menyeberang sungai. Padahal ia tiap hari mesti melewati jembatan tersebut. Ia berharap, setidaknya dibangun jembatan sementara untuk memudahkan pejalan kaki menyeberang, sebab aliran sungai saat ini cukup deras, terlebih saat curah hujan tinggi. "Semoga cepat diperbaiki," ucapnya.

Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Nyoto Widodo mengatakan, pihaknya bersama dengan Badan penanggulangan Bendana Daerah (BPBD) Boyolali serta tim teknis telah melakukan pengecekan dan langsung melakukan pendataan kondisi dua jembatan tersebut. Pihaknya masih mencari solusi agar dalam jangka pendek agar masyarakat masih tetap bisa melintas.

"Sedangkan untuk jangka panjang, yakni pemulihan jembatan secara permanen, kami berencana akan menganggarkan dana untuk pembangunan jembatan tersebut pada Perubahan Anggaran Pendapatan belanja daerah (APBD) Boyolali tahun 2019 ini," katanya. (Gal)