Gaya Hidup Agregasi    Jumat, 01 Februari 2019 / 23:24 WIB

Jerawat Bisa Jadi Pertanda Anda Stres Berat, Serius!

Mungkin Anda sudah pernah mendengar bahwa keindahan dimulai dari dalam. Oleh karena itu, kulit adalah organ tubuh terbesar dan masalah-masalah eksternal bisa menjadi suatu pertanda ada yang salah di dalam tubuh.

Peningkatan kortisol dapat menyebabkan gatal hinga garis halus. Selain itu, diet yang kurang tepat atau produk perawatan kulit mungkin menyebabkan masalah kulit, tetapi Anda perlu mempertimbangkan stres sebagai potensi.

Dilansir dari Health Line ternyata ada delapan cara yang bisa membuktikan bahwa stres mental, fisik dan hormon dapat mempengaruhi kulit Anda. Berikut penjelasan dan cara untuk memperbaikinya.

Stres akibat sinar matahari

Bahkan sebelum melihat secara internal, ada satu faktor pemancar yang secara fisik dapat membuat kulit Anda stres. Ya itu disebabkan oleh radiasi ultraviolet atau UV. Karsinogen paparan sinar matahari dapat memiliki efek negatif pada kulit.

Cara terbaik untuk memeranginya yaitu dengan menggunakan tabir surya setiap pagi. Selain itu Anda bisa menggunakan minyak alami seperti minyak zaitun, kelapa, peppermint, tulsi, dan serai karena memiliki SPF yang tinggi. Jika tidak ingin menggunakan bahan dari luar, Anda bisa mengonsumsi buah-buahan yang tinggi antioksidan dan vitamin C seperti stroberi dan delima. Sebab buah-buahan tersebut memiliki kandungan yang bisa melindungi sel-sel dalam tubuh dari kerusakan radikal bebas yang disebabkan oleh paparan sinar matahari.

Peradangan dan iritasi

Gatal-gatal, psoriasis, eksim, dermatitis, rosacea merupakan peradangan yang sering terjadi. Tetapi penelitian juga menunjukkan, ketika otak Anda mengalami overdrive sebenarnya dapat membahayakan kemampuan perlindungan kulit. Peradangan juga bisa menyebabkan jerawat.

Tetapi perlu diingat beberapa kondisi seperti rosacea juga bisa terlihat seperti jerawat. Penting untuk dicatat perbedaannya sebelum merawat kondisinya, termasuk apakah iritasi yang terjadi pada Anda disebabkan oleh stres, alergi, atau produk yang tidak cocok.

Cara mengatasinya bisa dimulai dengan menghilangkan peyebabnya. Menemukan alasan pasti di balik stres yang terjadi, bisa dilakukan dengan makanan olahraga atau terapi.

Peningkatan produksi minyak dan jerawat

Sains telah menemukan stres sangat berhubungan dengan jerawat, terutama bagi wanita. Stres dapat mengacaukan sinyal saraf kulit yang menyebabkan hormon dan bahan kimia tidak seimbang, sehingga meningkatkan produksi minyak.


Rambut rontok dan kuku mengelupas

Pernahkah tanpa sadar Anda menjambak rambut dan menggigit kuku? Hal itu bisa menjadi hormon stres dan kortisol meningkat. Jika rambut rontok dan kuku Anda terkelupas, bisa jadi itu pertanda kekurangan nutrisi. Hal yang perlu dilakukan adalah hindari mandi air panas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada kulit. Anda perlu berolahraga dan makan buah dan sayur yang seimbang.

rambut rontok

Kulit tipis dan sensitif

Memiliki kortisol yang abnormal bisa menyebabkan kulit lebih tipis, sehingga bisa membuat mudah memar serta terluka. Namun, gejala ini paling jelas terkait dengan sindrom Cushing. Juga dikenal sebagai hiperkortisolisme, penyakit hormonal ini termasuk gejala tambahan seperti intoleransi glukosa, kelemahan otot, dan sistem kekebalan yang melemah (Anda mungkin mengalami peningkatan infeksi).

Jika Anda berpikir mungkin menderita sindrom Cushing, buatlah janji dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Dalam kebanyakan kasus, obat dapat diresepkan untuk pengelolaan kadar kortisol.

Lama sembuh dari luka

Dalam menghadapi stres berat, epidermis Anda dapat dengan cepat menjadi lemah dan meningkatkan risiko infeksi. Ini juga memperlambat kemampuan alami kulit Anda untuk menyembuhkan luka, bekas luka, dan jerawat.

Untuk memperbaiki penghalang kulit, Anda dapat menggunakan produk dengan gliserin dan asam hialuronat.

Mata lelah 

Jika ada lingkaran hitam di bawah mata, mungkin Anda akan segera tahu seberapa banyak kurang tidur. Hal tersebut bisa menyebabkan stres. Anda perlu mencoba meditasi dan yoga untuk meningkatkan rutinitas tidur. (*)