DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 31 Januari 2019 / 15:35 WIB

Pojok Beteng Sisi Timur Laut Bakal Dipugar

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemda DIY akan memugar tembok Baluwarti atau Pojok Beteng Kraton Yogyakarta yang ada di sebelah Timur Laut. Pemugaran salah satu bangunan cagar budaya tersebut untuk mengembalikan kondisi fisik, struktur fisik cagar budaya yang rusak sesuai dengan keaslian bahan, bentuk, tata letak dan atau teknik pengerjaan untuk memperpanjang usia. Sebagai langkah awal, Pemda DIY akan melakukan inventarisasi secara keseluruhan dilanjutkan kajian dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada 2019 ini.

Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan, Pojok Beteng Kraton Yogyakarta sisi Timur Laut akan dipugar atau dikembalikan fisik dan difungsikan seperti semula. Sebab secara fisik, tembok Baluwarti yang mengelilingi kawasan Kraton Yogyakarta di sisi Timur ini sudah tidak ada. Bahkan sudah tertutup permukiman, baik rumah warga maupun pertokoan.

“Kami akan memugar Pojok Benteng Timur Laut yang tembok bentengnya sudah tidak ada lagi. Area Pojok Beteng Kraton Yogyakarta sisi Timur Laut tersebut sudah hilang karena tertutup dengan rumah warga dan pertokoan,” ujar Gatot.

Pemugaran bangunan cagar budaya tersebut, menurut Gatot, menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan Pemda DIY, karena butuh pendekatan khusus baik status tanah dan sebagainya kepada masyarakat di area tersebut sebelum pembangunan dilakukan. Pihaknya akan melakukan inventarisasi terlebih dahulu seperti terkait dengan status tanah dan sebagainya sebelum melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Disbud DIY atau Kundha Kabudayan Aris Eko Nugroho menambahkan, pihaknya akan melakukan kajian dan DED terkait rencana pemugaran Pojok Beteng Kraton Yogyakarta sisi Timur Laut. Namun sebelumnya, inventarisasi secara keseluruhan terutama kesiapan lahan dan lain-lain akan dilakukan terlebih dahulu oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) DIY atau Kundha Niti Mandala sarta Tata Sasana dilanjutkan dengan pembagian tugas nantinya.

“Yang paling penting pada tahun ini, kami menyiapkan kajian dan DED restorasi Pojok Beteng Kraton Yogyakarta sisi Timur Laut. Kondisi benteng di area tersebut memang tidak terlihat karena tertutup oleh permukiman warga ada yang dipakai untuk toko, hunian dan macam-macam,” tegas Aris.

Aris mengungkapkan, sesuai dengan arahan dari Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X agar tidak terjadi polemik di kemudian hari dan membuat resah masyarakat, pihaknya akan mendiskusikan terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar area tersebut. “Kami kan harus ketemu dengan masyarakatnya kemudian menanyakannya dan seterusnya, sebelumnya kita lakukan kajian dan DED-nya. Tetapi langkah awal tetap dilakukan Dinas PTR DIY untuk kesiapan lahan dan sebagainya yang tengah dimatangkan selama dua pekan ini,” jelas Aris. (Ira)