Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 31 Januari 2019 / 14:31 WIB

Penghuni Pasang AC, Hak Penempatan Rusunawa Dicabut

SOLO, KRJOGJA.com - Hak penempatan penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang dikonangi memasang Air Conditioner (AC) akan dicabut, karena tidak lagi mencerminkan kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Fasilitas Rusunawa dengan tarif sewa sangat murah dengan rentang antara Rp 80 ribu - Rp 100 ribu per bulan, memang dialokasikan bagi kelompok MBR yang hingga kini belum memiliki rumah pribadi.

Menjawab wartawan, saat meninjau Rusunawa Mojosongo, Kamis (31/1/2019), Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menegaskan, alat pendingin ruangan bukan sebagai kebutuhan dasar, sebaliknya merupakan barang mewah. Jika penghuni Rusunawa mampu memasang AC yang berbuntut pada kenaikan pembayaran rekening listrik, berarti mereka memiliki kemampuan finansial cukup memadai, sehingga tak layak lagi difasilitasi untuk menempati Rusunawa.

Pria yang akrab disapa Rudy ini, tak ingin terjadi penyimpangan pemanfaatan Rusunawa, sebab sekitar seribu warga berkategori MBR saat ini antre untuk memperoleh Rusunawa. Selain itu, dia juga mencium gelagat penyalahgunaan Rusunawa oleh beberapa oknum warga dengan memanfaatkan fasilitas hunian ini sebagai investasi. Indikasi tersebut terlihat dari sejumlah warga yang telah menerima kunci Rusunawa, namun hingga kini belum juga menempatinya, bahkan sempat muncul laporan disewakan kepada warga lain.

Penyimpangan seperti itu harus segera ditertibkan, tegas Rudy, sembari memerintahkan pengelola Rusunawa memanggil warga yang telah menerima kunci untuk segera menempati dengan batas waktu paling lambat  satu pekan ke depan. Jika dalam satu pekan ke depan, mereka tak juga menempati, kunci ditarik kembali, dan dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan. Tidak ada alasan menunda-nunda penempatan, sebab beberapa Rusunawa, diantaranya unit Mojosongo, telah dilengkapi dengan mebeler, seperti almari dan tempat tidur.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP), Heru Sunardi memastikan akan memanggil memanggil enam warga yang telah mendapatkan kunci Rusunawa Mojosongo, namun belum hingga kini ditempati. Sesuai arahan Walikota FX Hadi Ruddyatmo, mereka diberikan waktu selama 5 hari untuk segera menampati, disertai sanksi pencabutan hak penempatan jika terjadi pelanggaran kesepakatan.

Selain itu, pihaknya juga mewacanakan untuk membatasi tenggat waktu huni Rusunawa hingga lima tahun. Artinya, selama lima tahun menghuni Rusunawa, mereka didorong untuk memiliki rumah pribadi, agar warga lain yang membutuhkan fasilitas hunian serupa juga terakomodasikan. Setidaknya, setiap lima tahun sekali dilakukan evaluasi status sosial ekonomi penghuni Rusunawa, sebagai landasan yang bersangkutan masih layak dan memenuhi syarat menghuni Rusunawa, atau sudah saatnya memiliki rumah pribadi.(Hut)