Olahraga Editor : Danar Widiyanto Kamis, 31 Januari 2019 / 05:50 WIB

Siap Gelar Olimpiade Tokyo 2020, Jepang Lakukan Tindakan Ini

JEPANG, KRJOGJA.com - Saat ini, tengah hangat diperbicangkan di jagat maya, bahwa pemerintah Jepang kemungkinan akan menjadi peretas topi putih (white hat hacker) paling terkemuka di dunia.

Mulai bulan Februari, Institut Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (NICT) Jepang akan menghabiskan waktu hingga lima tahun untuk upaya baru dalam meningkatkan keamanan internet di sana.

Dikutip dari Futurism.com pada Selasa (29/1/2019), mereka mencoba meretas gawai yang terhubung ke jaringan internet yang digunakan warganya, termasuk router, webcam dan perangkat non-benda (IoT), kantor berita NHK World melaporkan.

NICT menerima izin legal untuk meretas berbagai perangkat warga Jepang sejak November lalu, dengan alasan untuk meningkatkan keamanan siber terkait persiapan Olimpiade Musim Panas dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Rencana tersebut akan menyasar sekitar 200 juta perangkat IoT di seluruh wilayah teritorial Jepang. Setiap pengguna yang perangkatnya telah diretas akan mendapat notifikasi resmi dari NICT, di mana menjelaskan bahwa keamanannya telah masuk dalam perlindungan nasional.

Tindak pengamanan ekstra, menurut para pengajar, adalah hal yang wajr, mengingat banyak peristiwa olahraga internasional di masa lalu terganggu oleh risiko keamanan siber.

Musim panas lalu, misalnya, pengunjung Piala Dunia di Rusia diperingatkan oleh Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional AS bahwa data apa pun yang tersimpan di ponsel, tablet, atau laptop, termasuk data pribadi beresiko diakses oleh oknum yang disponsori.(*)