Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Kamis, 31 Januari 2019 / 02:50 WIB

Kemenlu RI Berusaha Pulangkan 13 ABK WNI yang Telantar di India dan Belanda


JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah Indonesia akan segera mengupayakan kepulangan 13 ABK WNI yang telantar di India dan Belanda, karena perusahaan yang mempekerjakan mereka sedang terlibat masalah hukum di India.

Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia akan segera melakukan konsultasi dengan Pemerintah India dan Belanda.

Untuk itu, dalam waktu dekat pemerintah Indonesia segera mengundang Duta Besar (Dubes) India dan Belanda untuk membantu memulangkan 13 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Miss Gaunt dan Kapal Northwind milik Perusahaan Belanda Nordav BV.

Hal ini diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor) antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang dipimpin oleh Kemenko Bidang Kemaritiman di Jakarta, Selasa 29 Januari 2019, seperti dimuat, Rabu (30/1/2019).

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Purbaya Yudhi Sadewa yang memimpin rakor meminta agar Dubes India dan Belanda diundang terkait telantarnya 13 ABK WNI karena perusahaan yang mempekerjakan mereka sedang terlibat masalah hukum di India.

"Kementerian dan lembaga terkait harus terus berkoordinasi di tingkat teknis untuk segera mencari solusi agar para ABK dapat segera dipulangkan dan memperoleh hak-haknya," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman Basilio Dias Araujo mengungkapkan bahwa pemerintah RI telah melakukan berbagai upaya sejak dilaporkannya kasus tertahannya 13 ABK WNI karena perusahaan yang mempekerjakan mereka tersandung masalah hukum di India.

"Setelah menerima laporan dari otoritas Pelabuhan Mumbai di India tanggal 6 November tahun 2018, KJRI Mumbai telah melakukan kunjungan dan memberikan bantuan makanan ke kapal," ujarnya.(*)