Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 31 Januari 2019 / 09:25 WIB

2018, BRI Salurkan Kredit Rp843,6 Triliun

JAKARTA,KRJOGJA.com - Selama tahun 2018, Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyalurkan kredit sebesar Rp 843,6 triliun atau meningkat sebesar 14,1 persen dibandingkan  tahun 2017 yang mencapai Rp.739,3 triliun.

“Secara keseluruhan, penyaluran kredit BRI tumbuh 14,1 persen di tahun 2018, dari Rp 739,3 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 843,6 triliun di Desember 2018 dengan NPL Gross sebesar 2,27 persen,” kata Dirut BRI Suprajarto, pada acara paparan kinerja BRI Triwulan IV tahun 2018, di Jakarta  Rabu (30/1).

Dikatakan, sebagai bank yang fokus kepada usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM)  sepanjang tahun 2018, kredit yang disalurkan ke UMKM  mencapai Rp 646,7 triliun sedangkan untuk non UMKM mencapai Rp 197,9 triliun.

Dengan rincian, untuk kredit mikro sebesar Rp 272,3 triliun  untuk kredit konsumer Rp 130,8 triliun, untuk ritel sebesar Rp 240,6 triliun, untuk UMKM sebesar Rp 645,7 triliun dan korporasi sebesar Rp 195 triliun. 

Dijelaskan,  dari jumlah kredit UMKM tersebut, BRI berhasil menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp.80,2 triliun kepada 3,9 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia. 

“Hal ini menjadikan Bank BRI sebagai penyalur KUR terbesar di Indonesia dengan portofolio 64,9 persen  dari total target penyaluran KUR nasional 2018 sebesar Rp 123,56 triliun,” tegasnya.

Dikatakan, pada tahun 2018, debitur KUR yang naik kelas mencapai 2,15 juta orang dengan nilai penyaluran KUR mencapai Rp 57,7 triliun. “Penyaluran kredit ini selaras dengan strategi kami yang terus fokus memberdayakan dan mengembangkan ekonomi kerakyatan  dengan menyediakan akses permodalan terhadap pelaku UMKM di Indonesia. Targetnya, di tahun 2022 portofolio penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80 persen dari total kredit,” tegasnya.

Tingginya penyaluran kredit ini, membuat  laba  cukup signifikan yakni mencapai   Rp 32,4 triliun atau meningkat 11,6 persen  dibandingkan laba tahun 2017 sebesar Rp 29 triliun.
Sementara pada tahun 2018, ini diperkirakan laba BRI akan meningkat sekitar 10- 12 persen atau sekitar Rp 36-37 triliun.

Sementara untuk simpanan / Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI di akhir Desember 2018 tercatat Rp 944,3 triliun, atau tumbuh 12,2 persen year on year.  Sedangkan aset BRI mencapai Rp 1.296,9 triliun, atau meningkat 15,2 persen dari tahun laku yang mencapai Rp 1.126,2 triliun.
Lebih lanjut dikatakan Suprajarto, BRI juga mampu meningkatkan efisiensi dalam proses bisnisnya. Hal tersebut tercermin dari penurunan BOPO, dimana BOPO akhir Desember 2018 tercatat 70 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan BOPO Desember 2017 sebesar 70,7 persen.

Selain itu, struktur dana murah (CASA) BRI meningkat, dari 59 persen di akhir tahun 2017 menjadi 60,1 persen pada Desember 2018. Rasio lainnya, yakni LDR BRI berada di angka yang cukup ideal di kisaran 89,3 persen dan CAR 21,3 persen. (Lmg)