Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 28 Januari 2019 / 17:09 WIB

Diplomasi Budaya Kerabat Mataram - UEA Hasilkan Sejumlah Kesepakatan

SOLO,KRJOGJA.com - Delegasi Kerabat Mataram yang berdomisili di berbagai dunia menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di negara United Emirat Arab (UEA), Dubai .

Kerja sama budaya, pendidikan, industri, kedokteran, pengolahan sampah menjadi energi listrik, lingkungan hidup hingga transportasi udara itu mendapat dukungan dari pihak putra mahkota UEA  Dubai

Hamdan bin Mohammed Al Maktoum serta Kerabat Mataram yang kebetulan menjadi pengusaha besar di Dubai, Ahmad Al Khatib.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koesmoertiyah pengageng Kerabat Mataram didampingi  Dr KP   Eddy S Wirabhumi SH. MM. , Senin (28/1/2019) di Kraton Kasunanan Surakarta mengatakan semenjak mendapat penghargaan berupa Worldwide Excellence Award dari Limkokwing University Malaysia.

Penghargaan bagi GKR Wandansari diberikan atas dedikasinya sebagai Honorable Role Model
dalam pengembangan di bidang kebudayaan yang terus-menerus selama 30 tahun. Sebelumnya GKR Wandansari yang akrab dipanggil Gusti Moeng juga menyabet penghargaan budaya Asia Fukuoka.

Dalam penghargaan Fukouka Jepang, Gusti Moeng merupakan perempuan satu-satunya yang menjadi tokoh Asia dari Indonesia yang tetap melestarikan seni tari. Penghargaan itu diberikan oleh Yayasan Yokatopia, kota Fukokouka, Jepang kepada negara yang bisa mengenalkan keunikan dan mencetak prestasi luar biasa dari berbagai aspek bidang, seperti ilmu sosial, sejarah, arkeolog, antropologi, budaya, ekonomi dan ilmu politik.

"Setelah mendapat undangan, kami delegasi Kerabat Mataram berangkat ke Dubai.Anggota delegasi diantaranya GKR Wandansari,  Dr KP   Eddy S Wirabhumi SH. MM. GKR. Ayu Koes Indriyah yang juga duduk sebagai anggota DPD, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani ,"ujarnya.

Di negara paling makmur di Timur Tengah, Dubai pihak Kerabat Mataram selain ditemui oleh crown prince (putra mahkota) UEA  Dubai Hamdan bin Mohammed Al Maktoum serta sejumlah tokoh.

"Dengan berbagai tokoh diantaranya Adel Abdullah Al Ali director Air Arabia, Ishaque Noor director Al Batha Holding serta Prof Hamid M Al Noimy dari Universitas of Shakjah, Dubai telah disepakati untuk menjalin kerja sama pendidikan, budaya, ekonomi, IPTEK, komunikasi, informasi dan transportasi," papar Dr Wirabumi.

Kebetulan ada Kerabat Mataram yang eksis di UEA sebagai pengusaha pompa skala besar bernama Ahmad Al Khatib. "Diharapkan dengan bersatunya Kerabat Mataram dari Indonesia, Amerika Serikat, Perancis, Hongkong, Philipina serta Dubai bakal lebih merekatkan tali persaudaraan antar keturunan Kerabat Mataram, serta melakukan transformasi budaya, ekonomi serta sosial,"ujar Wirabumi .(Hwa)