DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 28 Januari 2019 / 18:30 WIB

150 Guru Tangerang Kunjungi SD Muh Mantaran

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sebanyak 150 pendidik dari Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang mengunjungi SD Muhammadiyah Mantaran, Trimulyo Sleman untuk belajar penerapan  Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), Senin (28/01/2019). Rombongan terdiri kepala sekolah, pengawas sekolah dan guru dari 18 sekolah dasar se-Kecamatan Sukadiri.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Sukadiri Tangerang, Lasiman mengatakan, sekolah dasar di Kabupaten Tangerang seluruhnya sudah mendeklarasikan menerapkan GSM. Namun masih membutuhkan tambahan ilmu mengenai penerapan GSM tersebut.

"SD Muhammadiyah Mantaran ini salah satu SD yang sudah berhasil menerapkan GSM. Oleh karenanya kami studi banding ke sini," terang Lasiman kepada KRJOGJA.com, disela kunjungan.

Menurut Lasiman, dari pengamatannya di sekolah-sekolah yang telah menerapkan, GSM mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan yang dirasakan oleh siswa dan guru di sekolah. Suasana belajar yang menyenangkan itu ternyata mampu meningkatkan prestasi akademik siswa lebih baik lagi. "Sepulang dari sini kita akan langsung mempraktikkan ilmu yang didapat," ujarnya.

Kepala SD Muhammadiyah Mantaran Khoiry Nuria Widyaningrum SPd mengatakan, perubahan yang terjadi setelah diterapkannya GSM, salah satunya adalah tata ruang (layout) kelas untuk menciptakan lingkungan yang positif. Di ruang kelas terdapat beberapa zona seperti zona emosi, belajar dan kebersihan. "Dari pengakuan orangtua, terjadi perubahan dalam diri anak yaitu muncul rasa empati," katanya.

Dijelaskan Nuri, untuk menguatkan karakter anak, setiap pekan pihak sekalah memberikan penghargaan bintang kebaikan. Penghargaan ini bukan untuk anak dengan nilai tertinggi, namun anak yang berperilaku positif. Selain itu sebelum pelajaran dimulai, diadakan ice breaking motivation dan salam kreatif. "Ini dimaksudkan untuk menumbuhkan semangat belajar siswa," katanya.

Pendiri GSM Dr Muhammad Nur Rizal mengatakan, zona-zona yang ada di dalam kelas bukan hanya sebatas hiasan semata, melainkan hasil proses pendidikan yang lebih memanusiakan serta punya ruh dan jiwa di dalamnya. "Guru-guru dari Kecamatan Sukadiri Tangerang ini datang untuk belajar dan praktik langsung bagaimana menciptakan ekosistem belajar yang apresiatif, nyaman dan membuat siswa berpartisipasi aktif dalam belajar," katanya. (Dev)