Ekonomi Agregasi    Senin, 28 Januari 2019 / 16:15 WIB

Empat Hal ini buat Rupiah Perkasa, Apa Itu?


JAKARTA, KRJOGJA.com  - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat di pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah perkasa di level Rp14.000an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Senin (28/1/2019) pukul 09.37 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 60 poin atau 0,43% ke level Rp14.032 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.032 per USD – Rp14.040 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada empat faktor yang menjadi pendorong menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Pertama mulai masuknya aliran modal asing ke dalam negeri.

Menurut Perry, aliran dana yang masuk tidak hanya berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Investasi protofolio seperti obligasi saham juga mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir.

"Alhamdulillah Rupiah terus bergerak stabil dan cenderung menguat. Sebagaimana saya sampaikan empat faktor jadi pendukung penguatan Rupiah. Satu bahwa confident investor asing terus menguat," ujarnya saat ditemui di Kawasan Kebayoran, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Kedua, penguatan Rupiah adanya sinergitas kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan baik itu Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, hingga Otoritas Jasa Keuangan. Sebagai salah satu contohnya adalah dari sisi pemerintah, mengeluarkan kebijakan pembahasan prosedur ekspor yang tidak perlu untuk mendongkrak ekspor Indonesia.

"Penataan logistik sebagaimana anda ketahui sejumlah prosedur terkait lembaga surveyor larangan terbatas maupun pengaturan logistik di pelabuhan untuk ekspor akan sangat disederhanakan," jelasnya.

Kemudian faktor ketiga adalah adanya perkembangan mekanisme pasar yang saat ini tidak bergantung pada swap (pertukaran bunga dari satu uang ke mata uang lainnya). Karena sudah ada Domestic Non Delivery Forward (DNDF) yang digunakan.

"Pakunya sekarang tidak hanya dari dalam negeri tapi juga investor asing sudah pakai DNDF," ucapnya.

Lalu faktor yang keempat adalah ketahanan ekonomi ekstra Indonesia yang semakin membaik. Hal tersebut tergambar dari berbagai indikator dari mulai defisit transaksi berjalan yang lebih rendah hingga aliran modal asing yang mengalami surplus.

"Neraca modal yang semakin bengkak sehingga dr sisi fundamental sendiri neraca pembayaran kondisinya membaik dengan kontribusinya menurun dan surplus neraca modal yang semakin meningkat," jelasnya. (*)