Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 28 Januari 2019 / 08:31 WIB

Ingin Bebas? Baasyir Harus Setia kepada NKRI

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ujung wacana pembebasan terpidana tindak terorisme Abu Bakar Baasyir (ABB) masih mengundang tanya. Soal jadi tidaknya, masih menggantung. Cendekiawan muslim kenamaan, Prof Dr Azyumardi Azra menyebut pernyataan ABB setia kepada Pancasila dan NKRI sebagai syarat untuk bebas, diperlukan.

Pertimbangan kemanusiaan, katanya, tidak boleh mengabaikan ketentuan yang berlaku, termasuk pernyataan untuk setia kepada NKRI. "Saya kira aksi kemanusiaan harus kita pahami. Tapi bukan berarti mengabaikan ketentuan-ketentuan," kata mantan Rektor UIN Syarif Hidayataullah, Minggu (27/1/2019) di Kebayoran Baru Jakarta. 

Termasuk, ujarnya, ketentuan perlunya pernyataan tertulis kesetiaan kepada NKRI. Azyumardi meminta pemerintah mengikuti UU yang ada, terlebih, jangan sampai menjelang pemilu ada tokoh terkait terorisme yang dibebaskan dengan tidak berdasarkan UU yang berlaku.

"Bisa bermakna politis karena menjelang pemilu. Kalau dikaitkan dengan kepentingan politik, saya kira ini tidak akan menguntungkan," ujarnya. 

Sedangkan, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Syafii Maarif menilai rencana pembebasan Baasyir terlalu cepat disampaikan ke publik. Menurut Buya Syafii, seharusnya berbagai persiapan administrasi dilengkapi terlebih dahulu sebelum rencana pembebasan diumumkan. "Memang agak tegesa-tergesa saya melihatnya, jadi sebenarnya diselesaikan administratifnya dulu," jelasnya.

Ia mengingatkan, salah satu prosedur dan syarat administrasi yang perlu diselesaikan adalah pernyataan tertulis Baasyir untuk setia kepada NKRI. Buya Syafii pun mengaku sedih mendengar Baasyir enggan meneken pernyataan setia kepada Pancasila dan NKRI. "Saya sesungguhnya sedih melihat ini, dia sudah tua sakit-sakitan, ada pembekuan darah, jantung. Semestinya dia ikut aturan Indonesia." katanya.

Buya menepis pernyataan yang menyebut pembebasan Baasyir bersifat politis karena menjelang Pilpres 2019. Menurutnya, pembebasan ini sudah lama diajukan. Buya Syafii menekankan, pernyataan Baasyir untuk setia kepada Pancasila dan NKRI tidak bisa dikesampingkan sebagai syarat untuk bebas. 

Sebelumnya diberitakan, Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius menyebut terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir 'hardcore'. Suhardi mengatakan Baasyir tak mau mengikuti program deradikalisasi selama menjalani masa tahanan, "ucapnya. (Edi/Sim)