Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Senin, 28 Januari 2019 / 00:30 WIB

Cegah Krisis, RI Imbau Penyegeraan Proses Politik di Venezuela

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah Indonesia buka suara soal krisis politik hingga ekonomi yang tengah melanda Venezuela. Suara itu datang menyusul tensi tinggi dari pemerintahan Presiden Nicolas Maduro dan kelompok oposisi yang menuding presiden berlaku diktator.

Juan Guadio, pemimpin Majelis Nasional Venezuela, juga telah mendeklarasikan diri sebagai 'presiden sementara' negara itu, tindakan yang dikecam oleh Maduro pada 25 Januari 2019.

Sementara itu, beberapa bentrokan antara kelompok demonstran oposisi dengan aparat pemerintah juga terjadi di sejumlah kota di Venezuela sepanjang beberapa hari lalu. Muncul pula desas-desus upaya kudeta terhadap Maduro.

Di satu sisi, ekonomi Venezuela tengah terperosok tajam di bawah pemerintahan Maduro. Hiperinflasi, devaluasi mata uang, pemadaman listrik, kekurangan makanan dan obat-obatan membuat jutaan warga Venezuela berebut keluar dari negara itu.

Menyoroti krisis di negara Amerika Selatan itu, pemerintah Indonesia menyatakan "mengikuti dari dekat dan prihatin dengan perkembangan situasi di Venezuela," ujar Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataan tertulis, Minggu (27/1/2019) malam.

Pemerintahan negara yang saat ini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB itu juga menyerukan "semua pihak untuk menahan diri dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperburuk situasi."

"Dengan tetap menghormati kedaulatan dan tanpa bermaksud untuk mencampuri urusan dalam negeri Venezuela, penting agar suara rakyat Venezuela untuk didengarkan," tambah Kemlu RI.

"Oleh karena itu perlu segera dilakukan proses politik yang demokratis, transparan dan kredibel" di Venezuela, ujar Kemlu.(*)