Olahraga Editor : Danar Widiyanto Kamis, 24 Januari 2019 / 20:20 WIB

Yoyok Sukawi Tetap Bertahan Sebagai CEO PSIS

SEMARANG, KRJOGJA.com – Belakangan ini merebak rumor adanya permintaan mundur AS Sukawijaya sebagai CEO PSIS Semarang. Pria yang karib disapa Yoyok itu ingin berkonsentrasi mengurus PSSI. Maklum, saat ini dia merupakan salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI.

Komisaris Utama PT Mahesa Jenar Semarang, Sukawi Sutarip angkat bicara soal rumor ini. Menurutnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Desember lalu, Yoyok memang sempat meminta mundur dari jabatan CEO PSIS Semarang.

Akan tetapi, para pemegang saham menolak keinginan Yoyok. “Tidak ada perubahan apapun pada posisi Yoyok Sukawi. Dia masih mengurusi PSIS,” ucap Sukawi Sutarip yang tak lain adalah ayah Yoyok di Semarang, Rabu (23/1/2019).

Rumor mundurnya Yoyok Sukawi sebagai CEO PSIS sempat berembus kencang semasa kongres PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019) kemarin. Ada yang menyebut, Yoyok ingin lebih fokus bekerja di PSSI.

Apalagi, sebelumnya ada Iwan Budianto yang memilih mundur dari CEO Arema FC. Alasannya tak jauh beda dari yang diutarakan Yoyok, yakni ingin fokus di PSSI. Posisi Iwan sendiri saat ini diisi oleh Agoes Soerjanto.

“Saya juga mohon ini jangan dipolitisasi, supaya tidak ada pemikiran negatif. Apalagi dalam aturan memang tidak masalah, jadi anggota PSSI dan pengelola klub,” tegas Sukawi menanggapi rumor itu.

Soal alasan para pemegang saham PSIS untuk tetap mempertahankan Yoyok, menurut Sukawi, ada beberapa. Tapi satu yang ia sebutkan adalah soal kapasitas Yoyok dalam menjalankan dan membagi tugas dengan baik.

“Yoyok sudah terbukti bisa membagi waktu di PSIS dan tugas-tugas sebagai Exco dengan baik. Dia pagi hari di Jakarta, tapi malamnya ada hal di PSIS dia langsung pulang,” beber mantan Wali Kota Semarang ini.

Terlebih, Yoyok dianggap hadir sebagai figur yang mampu memberikan motivasi kepada skuad Mahesa Jenar. Belum lagi soal hubungannya yang erat dengan para suporter. “Makanya saat dia minta pertimbangan ingin mundur, saya tolak,” sambungnya.

Terakhir, ia meyakinkan semuanya bahwa tak ada tekanan kepada Yoyok perihal niat mundur dari jabatan CEO. Hanya suatu bentuk keseriusan atau langkah yang positif saja menurutnya.

“Artinya betul-betul mementingkan sepak bola di atas pribadi,” tandasnya.(*)