Hiburan Editor : Agus Sigit Kamis, 24 Januari 2019 / 16:46 WIB

Jogja Blues Forum Rilis Album Kompilasi

Jogja Blues Forum (JBF) merilis album kompilasi Jumat (25/1) sore di Play On Prawirotaman. Peluncuran dikemas lewat konser intim dengan para musisi yang sudah berproses di JBF selama 10 tahun terakhir. 3/4 Keriting, Dualima Duapuluh, Archiblues, Bolokosonom, Heroic Karaoke, GIE, Ikhlas Experience, Harry Firmansyah, Insting Blues, JB Blues, Jon, Jumpin Jack, Last Brick, Niko Niger, Overmojo, Santi Saned, Summerchild, Semendelic, Syarif Hidayatullah, The OMZ, The Rollin Band, dan Tone Dial yang karyanya bisa didengar dalam album kompilasi JBF bakal ikut menyemarakkan konser perilisan bertajuk "Garebeg Blues" itu.

"Album ini merupakan rekam jejak kami selama 10 tahun berproses, dari JBF awal tahun 2009 sampai 2019. Nama albumnya sama dengan tajuk konser, 'Garebeg Blues'.Sesuai dengan makna 'Garebeg' yang merujuk pada suatu upacara, peristiwa peluncuran album ini sangat penting bagi JBF sendiri, seperti perayaan yang sudah ditunggu-tunggu lintas generasi di JBF," kata Muhammad Rizky Kurniawan, salah satu pengurus JBF.

Proses penggarapan album sendiri memakan waktu sekitar enam bulan sejak Agustus 2018. Tiap band dan solis yang terlibat masing-masing merekam satu lagu untuk album kompilasi ini. Alasan terkuat yang membikin mereka merilis album kompilasi adalah untuk mempersatukan, memperkenalkan, lalu mempererat tali persaudaraan pecinta dan penikmat musik di Indonesia. Selain itu lewat album ini Rizky berharap JBF dapat berkembang dan menjadi rumah bagi semua orang yang mencintai musik Indonesia, terutama Blues.

"Jogja punya band yang membawa semangat blues yang tak kalah dengan kota lain. Semoga saja JBF bisa menjadi wadah bercerita, bertukar pikiran, berteduh, bahkan berkeluh kesah. Semoga karya teman-teman bisa makin dikenal lewat album kompilasi ini," sambung Rizky.

JBF memang kian dekat dengan cita-cita yang dibeberkan Rizky. Tidak mudah terus merawat dan membesarkan komunitas bersama cita-cita yang tidak pernah berubah selama 10 tahun. Musim berganti, orang-orang datang dan pergi, namun JBF tetap menjadi rumah yang sama bagi mereka ketika kembali pulang. Mereka yang datang juga merasakan kehangatan yang sama. "Ada Andry, Niko, Nigger, Jaka, dan veteran lainnya di generasi pertama. Fizz Hantoro, Jacky Noise, Dhandy, lalu sampai sekarang generasi ketiga ada Iky Awan, Yoga Delic, Moamar, Risky Farid, dan keluarga lainnya," kenang Rizky.

Rekam jejak JBF juga sempat dikomentasikan lewat film dokumenter. Tim Spasi Latar yang dikomandoi Krisna Aditya merilisnya di Blues On Friday (BOF) beberapa waktu lalu. BOF sendiri adalah gigs reguler yang digelar JBF di awal bulan. Tiap mereka yang datang bebas jamming dengan teman-teman komunitas. BOF sendiri juga meruangkan banyak karya band atau solis Yogyakarta. Sebut saja Borje (Nu Metal Sport) atau Godspeed. "Dalam waktu dekat akan dirilis ke Channel Youtube film dokumenternya,"tutup Rizky. (Des)