DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 24 Januari 2019 / 08:40 WIB

16 Kali Merapi Luncurkan Guguran Lava

YOGYA, KRJOGJA.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat sebanyak 16 kali guguran lava dari Gunung Merapi, Rabu (23/01/2019). Melalui akun twitter resminya, BPPTKG menyebut berdasarkan data seismik sejak pukul 12.00-18.00 WIB, tercatat sebanyak 10 kali guguran dengan durasi 16-62 detik. Tidak ada guguran yang teramati karena cuaca Gunung Merapi mendung dan berkabut.

Sebelumnya berdasarkan data seismik pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat sebanyak 6 kali guguran lava dengan durasi 12-90 detik. Khusus untuk guguran lava yang meluncur pada pukul 02.34 WIB dapat teramati CCTV. Arah guguran ke Tenggara menuju Kali Gendol dengan jarak luncur 700 meter dan durasi 90 detik.

Sementara berdasarkan pengamatan BPPTKG dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Jrakah pada Rabu sore pukul 17.47 WIB, dilaporkan visual Merapi berkabut, cuaca mendung dan gerimis, suhu udara 18 derajat celsius, kelembaban 80 %rh, angin tenang, tekanan udara 856.5 hph. Terjadi hujan pukul 14.45-15.45 WIB dengan curah hujan 15,5 mm.

Untuk volume kubah lava Merapi per 16 Januari 2019, tercatat 453.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 2.300 meter kubik per hari. Mengacu pada data aktivitas vulkanik Merapi, hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. (Dev)