Gaya Hidup Editor : Agung Purwandono Rabu, 23 Januari 2019 / 21:09 WIB

Adeline Manfaatkan Sutra Daun Singkong untuk Perempuan Big Size

YOGYA, KRJOGJA.com - Kain sutra acap kali menjadi tekstil andalan desainer-desainer baju tak terkecuali bagi Adeline Natasha Kusumawardhani. Berbeda dengan sutra yang biasanya didapat dari kepompong ulat sutra, Adeline menggunakan inovasi kepompong ulat singkong (Samia Eri).

Tidak seperti ulat sutra Bombix, pupa dalam kepompong ulat sutra singkong dibiarkan hidup agar dapat menjadi ngengat.

Sutra singkong adalah sutra jenis baru dan telah dikembangkan di Kulonprogo. Kainnya sendiri ditenun secara tradisional menggunakan alat tenun nonmesin oleh wanita-wanita di daerah tersebut. Proses pembuatan kain dilakukan oleh pengrajin yang tergabung di komunitas Rumah Kreatif Jogja.

Adeline sempat kesulitan mendapatkan formula yang pas untuk kain jenis ini. Pada akhirnya, usahanya membuahkan hasil yang mengantarkannya pada busana sutra singkong. Adeline berpendapat bahwa sutra singkong berpotensi memiliki kualitas internasional. Tekstur kain yang tidak mengkilap dan terdapat serat-serat halus membuat kain terlihat alami.

Ciri-ciri kain juga seperti sutra pada umumnya. Apabila dikenakan pada udara dingin, akan terasa hangat, dan begitu juga sebaliknya. Ini membuatnya semakin percaya diri untuk bisa memperkenalkan sutra singkong ke luar negeri. Ia juga ingin dapat memajukan para pengrajin sutra singkong di Kulonprogo.

“Saya ingin mengedukasi orang-orang tentang hadirnya sutra singkong yang ciri-cirinya hampir sama seperti sutra biasa,” papar Adeline ketika ditemui setelah acara peragaan busana bertajuk Lets Talk about Our Body pada Sabtu, 19 Januari 2019 di Tirana Art Kafe.

Pada acara peragaan busana tersebut juga, Adeline me-rebranding produk sutra singkongnya dengan konsep big size, feminine, and minimalis. Selama setahun terakhir, Adeline fokus pada fashion ukuran besar dan menjadikannya sebagai ciri khas.

“Saya melihat banyak perempuan bertubuh big size takut untuk mengekspresikan diri di fashion karena merasa fashion hanya untuk yang bertubuh langsing. Saya ingin mengedukasi kalau nggak apa-apa big size, tapi kita tetap bisa fashionable, kok!” jelas desainer yang sudah lima tahun menggeluti bidang busana ini.

Desainer pemilik Adeline Kusuma Fashion Course itu pun mengajak rekan-rekannya yang memiliki ukuran tubuh besar untuk memeragakan busananya. Para peragawati itu tidak memiliki latar belakang model. Banyak dari mereka berprofesi sebagai jurnalis, ibu rumah tangga, dan mahasiswa.

Kini busana sutra singkong yang telah mereka peragakan dipamerkan di Tirana Art Kafe sampai akhir bulan Januari. Harga yang ditawakan untuk busana ini berkisar antara 500 ribu hingga 1,5 juta rupiah. (Ayuningtyas Rachmasari)