Jateng Editor : Danar Widiyanto Selasa, 22 Januari 2019 / 19:50 WIB

Rentan Menggunakan Narkoba, Rutan Purworejo Laksanakan Program Ini

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Ratusan warga binaan Rutan Kelas II B Purworejo mendapat sosialisasi antinarkoba, Rabu (22/1/2019). Mereka mendapat materi bahaya narkoba dan risiko hukum yang akan didapat apabila nekat mengonsumsi barang haram itu, terutama ketika masih dalam rutan. 

Pihak rutan mendatangkan Kasat Narkoba Polres Purworejo Iptu Sapto Hadi sebagai pemateri. "Kami bekerjasama dengan Polres Purworejo dalam rangka upaya mengingatkan warga binaan untuk menjauhi narkoba," tutur Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Lukman Agung Widodo, kepada KRJOGJA.com.

Menurutnya, sosialisasi antinarkoba penting bagi warga binaan. Apalagi warga binaan merupakan komunitas yang rentan terpapar barang haram itu. Sebagian warga binaan menjalani hukuman karena penyalahgunaan narkoba. 

Iptu Sapto Hadi mengatakan, ada banyak risiko yang akan dirasakan pengguna narkoba terutama warga binaan. Selain berpengaruh pada kesehatan, penggunaan narkoba dapat memberatkan hukuman terpidana. 

Penindakan narkoba di Indonesia, katanya, disesuaikan dengan ancaman hukumannya. Apabila ancaman di bawah satu tahun penjara akan menjalani rehabilitasi. Namun jika berperan dalam peredaran narkoba, hukuman makin berat bahkan bisa dipidana mati.  

Untuk kasus di Purworejo, mereka yang tertangkap sebagian besar adalah pemakau narkoba. Pengguna mendapat barang haram itu dari bandar dan pengedar di luar Purworejo. "Sebetulnya kalau pemakai bisa dimasukkan dalam rehabilitasi. Namun Purworejo belum memiliki tempat atau rumah sakita yang menyediakan fasilitas itu, paling dekat harus ke Kebumen atau Magelang," ucapnya. 

Untuk memperoleh vonis rehabilitasi, pemohon harus memenuhui syarat barang bukti di bawah satu gram dan mengikuti asesmen oleh kejaksaan, penyidik polda dan Badan Narkotika Provinsi. "Asesmen menghasilkan rekomendasi yang akan dilampirkan pada BAP, yang akan digunakan sebagai dasar majelis hakim menjatuhkan vonis rehabilitasi. Baru satu terdakwa yang mengajukan rehabilitasi, atas inisial Wah yang tertangkap gunakan narkoba jelang tahun baru lalu," tandasnya.(Jas)