DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 21 Januari 2019 / 12:06 WIB

Spanduk 'Sultanku Gubernurku, Jokowi Presidenku' Dipermasalahkan

YOGYA, KRJOGJA.com - Indonesian Court Monitoring (ICM) Senin (21/1/2019) pagi mendatangi Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY. Mereka melaporkan spanduk bertuliskan ‘Sultanku Gubernurku, Jokowi Presidenku’ yang diduga menjadi Alat Peraga Kampanye (APK) terselubung. 

Tri Wahyu, Direktur ICM mengatakan pihaknya melakukan pemantauan di tujuh lokasi yang ada di Kota Yogyakarta, Bantul dan Kabupaten Sleman terkait adanya spanduk tersebut. ICM menurut dia menduga spanduk tersebut adalah Alat Peraga Kampanye (APK) terselubung yang berupaya mendukung salah satu calon presiden. 

“Kami lakukan pemantauan di tujuh titik yakni di simpang empat Tugu, Jalan Jendral Sudirman, Simpang Empat Pingit, Jalan Dr Wahidin Sudirohusono, timur Embung Langensari, Gamping dan Simpang Empat Dongkelan. Kami duga ini bernuansa pilpres, memberi kesan publik Gubernur DIY memihak salah satu calon,” ungkapnya pada wartawan di Kantor Bawaslu DIY. 

ICW yang mengaku telah melakukan investigasi melalui media sosial dan menemukan adanya indikasi keterlibatan beberapa pihak terkait pemasangan tersebut. “Kita cek di spanduk memang tak akan tahu namun di percakapan medsos ada dua partai dibalik itu, satu caleg dan satu mantan BUMD Kota Yogyakarta. Ini kami duga mengakali UU Pemilu dan Undang-Undang Keistimewaan,” sambung dia. 

Sementara mendapati adanya laporan tersebut, Bawaslu DIY melalui Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Sri Rahayu Werdiningsih  mengatakan belum bisa melakukan langkah sebelum memastikan pelaporan tersebut teregistrasi. Meski demikian Bawaslu berjanji menindakalnjuti laporan dari ICM tersebut sesuai peraturan yang berlaku. 

“Sesuai Peraturan Bawaslu 7 tahun 2018, kami akan lihat urgensi. Kita lihat apakah APK atau bukan ditandai adanya logo parpol atau tidak, kalau bukan maka bukan ranah kami di penindakan pelanggaran pemilu. Tapi, akan kami teruskan ke instansi berwenang sesuai aturan yang berlaku,” tandas dia. (Fxh)