Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 21 Januari 2019 / 10:08 WIB

Kemendikbud Tekankan Kerja dalam Kebersamaan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Sekretaris Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi mengatakan Kemdikbud menekankan kerja dalam kebersamaan, pelayanan dan berintegritas.

Demikian disampaikan Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi pada perayaan Natal tahun 2018 dan Tahun Baru 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Kemdikbud Jakarta,Senin (21/01/2019). Tiga pesan utama dalam memberikan semangat dalam bekerja, yakni bekerja didasari untuk saling menumbuhkan semangat kebersamaan, melayani, dan berintegritas.

"Kami mengucapkan selamat berbahagia kepada Bapak dan Ibu yang merayakan Natal, dan juga saya mengucapkan selamat tahun baru 2019. Semoga di tahun yang baru ini sesuai dengan tema perayaan Natal malam ini yakni kebersamaan, pelayanan, dan berintegritas menjadi bagian dari semangat kita di Kemendikbud untuk melayani peserta didik, guru-guru, dan seluruh sekolah yang ada di tanah air dimanapun anak-anak kita berada," demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi.

Pesan dalam perayaan Natal dan tahun baru tersebut, Inspektur Investigasi, Inspektorat Jenderal Kemendikbud, sekaligus sebagai ketua penyelenggara, Bernard Purba, menyampaikan bahwa tema yang diangkat para perayaan tahun ini adalah 'Yesus Kristus Hikmat bagi Kita', dengan Sub Tema 'Melalui Hikmat Natal, Kita Tingkatkan Kebersamaan dalam Pelayanan Pendidikan dan Kebudayaan yang Berintergritas'. "Dalam sub tema tersebut terdapat tiga kunci yang bisa kita angkat, yakni kebersamaan, pelayanan, dan berintegritas,” tutur Bernard. 

Memahami pesan tersebut, kata Bernard, bekerja dalam kebersamaan dengan semangat gotong royong sangat dibutuhkan dengan didasari semangat untuk melayani dan mengedepankan kejujuran atau integritas. “Sesungguhnya kita hadir disini bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani, dengan mengedepankan integritas,” ucapnya.

Mengedepankan semangat dari tiga pesan Natal tersebut pun disampaikan oleh Romo Antonius Benny Susetyo, Pr. Integritas dalam pendidikan, tuturnya, menjadi yang utama ketika mendidik insan-insan manusia merdeka yang memiliki kemandirian, cara berpikir, bertindak, dan bernalar. "Maka pendidikan karakter yang bermutu dapat mendidik anak-anak kita memiliki kejujuran, memiliki budaya satria, dan mampu untuk membangun kemandirian," terangnya. 

Pertanyaan saat ini, tutur Romo Benny, adalah bagaimana menjadikan manusia memiliki hikmat dan kebijaksanaan dalam konteks saat ini. “Menjadi semangat Natal adalah nyalakan kembali terang, menjadi garam dan teladan. Karena pendidikan pada dasarnya adalah mengajarkan keteladanan,” ucapnya. (Ati)