Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 20 Januari 2019 / 20:30 WIB

Banjir Melanda, Warga Minta Sungai Lereng Dinormalisasi Ulang

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Masyarakat Desa Trimulyo Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo meminta pemerintah menormalisasi ulang Sungai Lereng I. Mereka menilai tanggul hasil normalisasi 2013 terlalu rendah dan jumlah pintu klep pembuang kurang banyak. Hingga Minggu (20/1/2019), air masih menggenang hingga kedalaman setengah meter di permukiman Trimulyo, Rowodadi dan Bendungan Grabag. 

Kepala Desa Trimulyo Subagyo mengatakan, banjir masih menjadi masalah kendati pemerintah telah menormalisasi sungai-sungai di Purworejo wilayah Barat. "Termasuk sungai Lereng I, bahkan sungai di selatan desa kami termasuk lebih dulu dinormalisasi," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Minggu (20/1/2019). 

Genangan bahkan tidak hanya terjadi saat musim hujan. Intrusi air laut ketika debit sungai mengecil juga kerap menggenangi persawahan dan permukiman. Kondisi itu terjadi pada musim kemarau. 

Air Sungai Lereng I masih mampu melimpas melewati tanggul dan membanjiri persawahan sampai permukiman. Namun ketika debit sungai mengecil, air di permukiman tidak surut dengan cepat karena pintu pembuang yang kurang. "Ketika dulu normalisasi, kami usul lima pintu klep di Trimulyo. Namun baru direalisasikan satu, itupun belum selesai sempurna," terangnya. 

Menurutnya, semakin banyak pintu klep pembuang diyakini mampu mengurangi lama waktu genangan. "Untuk kondisi sekarang memang air mulai surut karena Sungai Jali dan Wawar sudah tidak banjir, tapi surutnya belum signifikan. Perkiraan saya, genangan baru kering empat hari lagi dengan catatan wilayah hulu tidak hujan lebat," paparnya.  

Sementara itu, Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong SIK bersama jajarannya memantau banjir di sejumlah desa Kecamatan Grabag dan Butuh. Saat berada di Desa Bendungan, kapolres menyarankan warga yang kesulitan beraktivitas untuk mengungsi. Namun warga enggan dievakuasi. "Alasan mereka untuk menjaga harta benda, selain itu masih bisa beraktivitas dengan perahu. Akhirnya bantuan kami tidak hanya diberikan di posko, tapi didrop langsung ke rumah dengan perahu," ungkapnya. 

Kapolres mengimbau masyarakat untuk waspada banjir susulan karena hujan ekstrim masih berpotensi terjadi di Purworejo. "Kami ingatkan mereka untuk secepatnya melapor apabila butuh bantuan. Demi keamanan, polisi bersama BPBD dan petugas lain akan lakukan patroli bersama," tandasnya.(Jas)