Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 20 Januari 2019 / 19:50 WIB

Desa di Kawasan Hilir Kebumen Masih Dikepung Banjir

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Hingga Minggu (20/01/2019) atau hari kelima kejadian banjir di puluhan desa sejumlah kecamatan di Kebumen, air banjir masih menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Puring dan Ambal. Terparah berada di Desa Sitiadi, Sidobunder dan Sidodadi Kecamatan Puring dan Desa Pucangan Kecamatan Ambal. 

"Selain permukaan tanahnya cekung dan lebih rendah dibanding desa-desa sekitarnya, ketiga desa yaitu Sitiadi, Sidobunder dan Sidodadi berada di kawasan hilir sejumlah sungai yang airnya mengalir menuju muara Sungai Telomoyo. Karena berada di bagian hilir, air kiriman dari hulu yang terus mengalir sejak Rabu (16/01/2019) lalu, tertampung secara berlebihan di kawasan ini," ujar Kabid Sumber Daya Air DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kebumen, Supangat SSos, di Sidobunder, Minggu (20/01/2019).

Hingga Minggu siang, arus air yang deras dan permukaannya yang sudah melampaui batas maksimal di Sungai Salak dan Dagan menyebabkan air meluap ke jalan raya, areal pesawahan dan pemukiman warga di tiga desa itu. Bahkan, ratusan hektar sawah di tiga desa itu yang tenggelam oleh air banjir, 
terlihat seperti lautan. 

"Rata-rata tanaman padi yang tenggelam ini berumur 30 hari. Bila sampai 7 hari berturut-turut banjir belum surut, besar kemungkinan tanaman akan puso," jelas seorang petani di Sitiadi, Tarman.

Sedangkan di Desa Pucangan Kecamatan Ambal, areal pesawahan dan halaman rumah warga yang masih digenangi banjir lokasinya berada di dekat aliran Sungai Pucang. Debit air Sungai Pucang hingga Minggu siang masih terlihat tinggi, menyebabkan warga terdampak luapan sungai ini was-was akan terjadinya banjir susulan bila hujan deras berdurasi lama kembali turun.(Dwi)