Peristiwa Agregasi    Senin, 21 Januari 2019 / 09:10 WIB

RI-Kamboja Kerjasama Pariwisata

JAKARTA, KRJOGJA.com - Indonesia dan Kamboja kembali memperbaharui dan memperpanjang nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) kedua negara yang sudah berlangsung sejak 1999.

Kedua negara sepakat untuk saling mem p romosikan potensi wisata masing-masing negara, ter uta ma destinasi ikonik Angkor Wat dan Candi Borobudur. MoU tersebut disepakati saat Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya diundang secara khusus oleh Menteri Pariwisata Kamboja Thong Khon, di sela-sela ASEAN Tourism Forum 2019 di Ha Long Bay, Vietnam, Jumat (18/1).

“Kami mengusulkan tahun ini MoU itu sudah selesai di tandatangani. Kami mengundang Pak Menteri Arief untuk datang ke Kamboja,” kata Thong Khon. Menteri yang menjabat sejak 2007 itu juga mengusulkan agar ada penerbangan langsung dari Phnom Penh ke Yogya karta.

Menurut dia, pada 1970-an, Royal Cambodia pernah terbang langsung ke Kota Gudeg. “Kami mengusulkan agar ada penerbangan kembali ke sana,” ujarnya. Usulan lainnya, yaitu terkait kerja sama warisan budaya atau heritage to heritage, antara Ang kor Wat dan Candi Borobudur.

Seperti diketahui, dua ke ajaib an dunia itu samasama telah mendapat pengakuan dari UNESCO. “Kami mengusulkan agar kerja sama di bidang pari wisata diperkuat lagi,” ujarnya. Selama ini sebenarnya ada program ASEAN, trail of civilization, antara Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar, dan Indonesia.

Saat ini Sri Lanka, India, Pakistan, dan Bangladesh juga ingin bergabung dalam program heritage to heritage itu. Menpar menyetujui beberapa usulan tersebut. “Soal MoU, akan kami percepat untuk segera diperbaharui. (*)