Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 20 Januari 2019 / 17:28 WIB

Pelepasan Tanah di Desa Blumbang Bukan Aset Pemkab

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Pemkab Karanganyar mempersilakan proses pelepasan aset Pura Mangkunegaran ke petani penggarap lahan di Desa Blumbang, Tawangmangu. Tanah berukuran 17.943 meter persegi itu dipastikan bukan aset negara. 

Kepala Bagian Pemerintahan Setda Pemkab Karanganyar, Ali Gufron mengatakan, pernyataan itu telah tertuang dalam surat bupati. "Sekarang prosesnya sampai mana, bukan lagi menjadi kewenangan Pemkab. Sebab, salah satu syarat pelepasan tanahnya sudah kami penuhi. Pemkab menyatakan itu bukan tanah negara maupun aset Pemkab. Jadi, silakan memproses untuk pelepasan tanahnya. Bolanya sekarang di warga, Mangkunegaran dan BPN," katanya, Minggu (20/01/2018). 

Komentar ini merupakan respons Pemkab perihal belum beresnya perolehan status hak milik 33 bidang lahan di tanah berukuran 17.943 meter persegi di Kelurahan Blumbang yang dikuasai ahli waris Pura Mangkunegaran. Ali mengatakan, dulunya tanah tersebut disebut Sekitren, yakni lapangan tembak kavaleri Mangkunegaran. Seiring berjalannya waktu, warga setempat menanaminya sayuran dan tanaman pangan lainnya. "Petani penggarap 33 bidang itu menyadari bukan miliknya. Maka dari itu, ingin dilepas menjadi miliknya berstatus SHM," katanya. 

Dalam surat pernyataan bupati, dilampirkan denah berisi luas dan batas tiap bidang. Berkas tersebut, lanjutnya, menjadi bukti tanah Sekitren bukan milik negara. "Denah itu yang mebuat Mangkunegaran. Setelah diklarifikasi, memang benar (bukan aset Pemkab)," katanya. 

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto mengatakan belum satupun bidang tanah Sekitren diurus penyertifikatan hak milik. "Pelepasan aset Mangkunegaran ke warga Tawangmangu mandek. Dulu, katanya akan didampingi Pemkab. Namun sampai sekarang belum jelas,” katanya. (Lim)