Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 20 Januari 2019 / 17:13 WIB

Petani Diminta Perbanyak Gropyokan Tikus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Gerakan gropyokan tikus semakin diintensikan disemua wilayah pertanian di Sukoharjo. Semua pihak dilibatkan untuk mematikan tikus yang serangannya sudah meresahkan karena merusak tanaman padi petani. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti, Minggu (20/1) mengatakan, gropyokan tikus semakin diintensikan dengan mengambil waktu pelaksanaan Sabtu dan Minggu setiap pekan melibatkan semua pihak seperti petani, warga, petugas desa dan pemerintah. 

Petani, kata Netty harus dilibatkan dengan terjun langsung ke sawah membasmi tikus. Serangan hama tikus sekarang sudah dianggap sangat meresahkan petani disemua wilayah karena terjadi secara bersamaan. Meski begitu sampai sekarang tidak sampai ditemukan kasus kerusakan parah yang menyebabkan gagal panen. 

“Tanaman padi rusak karena diserang hama tikus memang ada tapi tidak ada yang sampai gagal panen. Karena itu kami tekankan untuk mengintensikan gropyokan tikus setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu secara massal disemua wilayah,” ujarnya. 

Netty menjelaskan beberapa wilayah yang cukup parah diserang hama tikus seperti di Kecamatan Tawangsari, Polokarto dan Sukoharjo Kota. Tikus menyerang tanaman padi dari berbagai usia baik baru pembibitan maupun tanaman yang sudah mengeluarkan bulir padi. Kerusakan masih dianggap pada tahap kewajaran dan tidak sampai rusak parah. 

“Gropyokan tikus kami minta untuk dilakukan bersama melibatkan kelompok tani atau gabungan kelompok tani dan jangan petani seorang diri. Hal itu dilakukan agar hasil tangkapan maksimal dengan mematikan banyak tikus,” lanjutnya. (Mam)