DIY Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 20 Januari 2019 / 15:41 WIB

Puncak Musim Hujan, Waspadai Banjir dan Tanah Longsor


YOGYA, KRJOGJA.com - Peningkatan intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa hari menjadi salah satu indikator bahwa wilayah DIY sudah memasuki puncak musim penghujan. Peningkatan intensitas hujan yang cukup signifikan tersebut diprediksikan masih akan terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pasalnya berdasarkan hasil pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta teridentifikasi, adanya pusat tekanan rendah di Samudra Hindia Selatan Jawa. Selain itu juga ada beberapa sirkulasi angin yang dapat membentuk pola konvergensi (area pertemuan angin) yang memanjang dari wilayah perairan barat Sumatera,Jawa hingga Laut Banda.

"Area pertemuan angin ini akan mendukung pertumbuhan awan hujan yang signifikan termasuk di wilayah DIY. Disamping itu, pola angin Baratan terlihat sangat kuat memasuki wilayah DIY. Kondisi itu mengindikasikan bahwa wilayah DIY sedang memasuki puncak musim hujan. Oleh sebab itulah potensi hujan sedang sampai lebat yang disertai petir dan angin kencang diprediksikan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan,” kata Kepala Kelompok data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, MSi di Yogyakarta.

Djoko mengungkapkan, guna memudahkan koordinasi dan mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, BMKG selalu melakukan pengukuran rata-rata intensitas hujan dalam satu hari. Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan, rata-rata intensitas hujan dalam sehari mencapai 15-50 mm sehingga masuk kategori sedang sampai lebat. Selain penguatan intensitas hujan dalam beberapa hari kedepan, BMKG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5 meter hingga 4 meter di Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Samudera Hindia.

Mengingat intensitas hujan yang mengalami peningkatan, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhatihati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan potensi bencana Hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.

”Bagi masyarakat di sekitar Merapi termasuk hulu sungai dan dataran tinggi agar mewaspadai adanya aliran air besar sebagai dampak terjadinya hujan lebat. Karena peningkatan intensitas hujan yang terjadi dalam durasi lama." (Ria)