Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 20 Januari 2019 / 15:26 WIB

Pencairan Anggaran Pendidikan Informatika Terganjal Daerah

JAKARTA, KRJOGJA.com - Permendikbud Nomor 35 dan 36 Tahun 2018 tentang Kurikulum 2013,didalamnya ada STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics) ke dalam kurikulum nasional melalui mata pelajaran informatika guna membekali anak bangsa menghadapi revolusi industri 4.0.

"Kuburkan nomenklatur TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) karena sudah resmi ada mata pelajaran (mapel) informatika. Segera buat MGMP (Musyarawah Guru Mata Pelajaran) informatika," demikian  Pengamat Pendidikan Abad 21 Indra Charismiadji di dalam rapat kerja nasional guru-guru TIK se-Indonesia di kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (19/1).

Indra Charismiadji mengingatkan guru-guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) agar segera membentuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika. Sebab sejak pelajaran TIK dihidupkan lagi di sekolah-sekolah, guru-guru TIK belum memiliki MGMP.

“Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud akan menggelontorkan dana 800 miliar rupiah untuk mengadakan pelatihan guru-guru,” kata Indra .

Dana pelatihan tersebut lanjut Indra akan digelontorkan melalui MGMP masing-masing mata pelajaran. Itu sebabnya, penting bagi guru-guru TIK untuk segera berhimpun dalam MGMP.

Tanpa MGMP, maka akan sangat sulit bagi guru TIK untuk mendapatkan program pelatihan yang digelar.Tahun ini Kemendikbud akan menggelontorkan anggaran pendidikan sekitar Rp 840 miliar yang larinya ke MGMP. 

Bagi daerah yang belum memiliki MGMP Informatika, Indra menyarankan untuk segera membentuknya. Sebab, syarat mendapatkan bantuan pusat harus ada MGMP."Pemerintah pusat sebenarnya sudah teken, tapi yang punya sekolah (daerah) tidak mengerti bagaimana mengelolanya. Banyak Dinas Pendidikan yang tidak paham," kata Indra. (Ati)