Olahraga Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 20 Januari 2019 / 15:11 WIB

Ribuan Pelari Ramaikan Golden Run 2019

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ribuan Pelari ramaikan lomba lari golden run 2019 ,di Senayan Jakarta,Minggu (20/1 2019). Selain lomba lari, Bangun Tjipta Sarana juga memberikan apresiasi kepada enam mantan atlet nasional senilai Rp 120 juta.

Even ini melombakan kategori 5K Umum dan 5K Pelajar, 10K Internasional, 10K Master dan 10K Nasional diikuti oleh 3.000 peserta baik dari dari lokal maupun mancanegara. Lomba lari yang dimulai tepat pada jam 06.00 wib ini dijuarai oleh atlet asal Kenya yakni Samson Karega Kamau untuk kategori 10K Internasional Pria. Sedangkan untuk wanita dijuarai oleh Elizabeth Wanza Maithya yang juga berasal dari Kenya. Pada kategori 10K Master Pria, atlet asal Indonesia atas nama Heri Poriono yang menjadi juara pertama dan untuk kategori 10K Master Wanita dijuarai oleh Darwati Hadiwinata asal Indonesia. 

“Pertama-tama kami mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME, even lomba lari yang pertama kalinya kami adakan bisa berjalan dengan sukses luar biasa. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada para pihak yang telah membantu dan bekerjasama dalam mensukseskan gelaran lomba lari ini,” ujar Ketua Panitia Perayaan HUT 50 tahun BTS Muhadjir Manan.

Lomba lari yang mengusung tema “Apresiasi Membangun Prestasi” diadakan dalam rangka menyambut HUT ke 50 tahun ini bertujuan untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat melalui olahraga di masyarakat, hal ini sesuai dengan komitmen perusahaan untuk membantu mewujudkan generasi Indonesia yang lebih maju dan panjang umur. Selain lomba lari, dalam kesempatan ini perseroan juga memberikan apresiasi kepada enam mantan atlet yang dulu pernah berprestasi cemerlang, mengharumkan nama bangsa ditingkat internasional khususnya di cabang olahraga atletik.

Muhadjir menjelaskan, keenam mantan atlet yang kami berikan apresiasi ini memiliki segudang prestasi di masa jayanya dan telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia. Bahkan ada beberapa rekor nasional mereka ukir sampai saat ini belum juga terpecahkan dan kami memandang hal ini perlu diberikan apresiasi.

Adapun bentuk apresiasi yang diberikan oleh BTS yakni berupa uang tabungan masing-masing dengan nilai Rp 20 Juta. Enam mantan atlet yang menerima apresiasi dari BTS adalah Jotje Pesak Oroh yang merupakan mantan atlet nasional cabor lari saat ini sudah berusia 80 Tahun. Pada tahun 1963, Pesak Oroh meraih 2 Medali Emas lari 100 m dan 200 m di Ganefo (Games of the New Emerging Forces) dan tahun 1961 memecahkan rekor Philipina dan Indonesia untuk 200 m dengan waktu 21.4 detik dan bertahan selama 18 tahun. 

Yang kedua adalah Hatta Maraxa yang kini sudah berusia 71 Tahun, pada Sea Games 1981 di Manila Hatta meraih medali perak di cabang 400M.Selanjutnya yang ketiga adalah Eduardus Nabunome sekarang berusia 50 Tahun. Dari periode 1980 hingga tahun 2000, Eduardus telah memecahkan 14 rekor nasional lari menengah dan jarak jauh dan hingga kini, lima rekor nasional masih bertahan atas namanya. Kelima nomor tersebut adalah lari 10 ribu meter jalan raya dengan catatan 25 menit 10 detik yang dibuatnya pada Lomba Lari Bali 10 K 1989. 

Keempat yakni Samuel Elia Huawe yang merupakan mantan atlet atletik cabang 3000m steeplechse. Samuel pemegang rekor nasional cabang steeplechase yang hingga saat ini belum terpecahkan.Mantan atlet yang kelima adalah Rochidin yang kini telah berusia 51 tahun dan pernah meraih Emas cabang jalan cepat Pon XI 1985 20km dan Pon XII 1998 20km.

Mantan Atlet yang terakhir adalah Herman Mandagi, yang pada masa jayanya Herman termasuk atlet unggulan Indonesia dan telah membuktikan dengan pencapaiannya yang luar biasa yakni pernah meraih Medali emas 400M gawang dan 400M Sea Games Jakarta tahun 1987. (Ati)