Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 20 Januari 2019 / 12:07 WIB

Potensi Lahan Rawa Pasang Surut 5,12 juta hektar

JAKARTA, KRJOGJA.com - Lahan rawa pasang surut dan lebak yang berpotensi untuk perluasan lahan pertanian, khususnya lahan sawah adalah sekitar 5,12 juta hektar. Dari luasan tersebut 1,19 juta hektar berada di kawasan APL (Areal Penggunaan Lain), sekitar 1,18 juta hektar di kawasan HPK (Hutan Produksi Konversi), dan 2,75 juta hektar berada di kawasan HP (Hutan Produksi).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Pending Dadih Permana menyebut, lahan berpotensi tersebut tersebar terutama di 3 pulau besar. Yakni Kalimantan, Papua, dan Sumatera, serta beberapa di Sulawesi.
 
"Pengembangan dan pemanfataan lahan rawa sebagai sumber lahan produksi pertanian atau pangan didasarkan pada pertimbangan agrofisik dari lahan rawa yang mempunyai berbagai keunggulan komperatif sebagai wilayah pengembangan padi," ujar Dadih Permana.

Keunggulan komperatif tersebut antara lain ketersediaan air yang cukup berlimpah, topografi rawa relatif yang datar sehingga memudahkan dalam penggarapan lahan, dan akses ke lokasi rawa cenderung melalui transportasi air/sungai sehingga diperkirakan lahan pangan rawa tidak mungkin beralih fungsi untuk non pangan.

"Kemudian masyarakat tani lokal telah memiliki kepiawaian dalam melaksanakan praktek budidaya padi. Ada lahan rawa lebak juga mempunyai keunggulan sebagai kawasan reservoar air yang akan dilepas saat kemarau panjang," tambahnya.


Direktur Perluasan Dan Perlindungan Lahan Ditjen PSP Kementan Indah Megahwati menambahkan, seiring dengan semakin berkembangnya teknis dan cara penanganan lahan rawa, permasalahan-permasalahan yang mengiringi pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian telah ditemukan solusinya. 

Permasalahan kesuburan lahan rawa misalnya, saat ini telah ditemukan cara yang efektif untuk meningkatkan kesuburan lahan rawa sekaligus mengatasi kemasaman lahan. 

"Rendahnya tingkat kesuburan lahan rawa biasanya diakibatkan tinggi kemasaman tersebut. Penambahan berbagai amelioran yang relevan terbukti mampu mengendalikan kemasaman lahan rawa, sekaligus meningkatkan level kesuburan lahan," papar Indah. (*)