DIY Editor : Ivan Aditya Minggu, 20 Januari 2019 / 05:15 WIB

Nelayan Gunungkidul Sepi Tangkapan

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Sejak memasuki puncak musim penghujan dan terdampak siklus tahunan mengakibatkan ketersediaan komoditas ikan laut di sejumlah pantai dan tempat pelelangan ikan (TPI) di Gunungkidul sepi hasil tangkapan. Dari data jumlah nelayan yang melaut tercatat antara 40-50 persen, termasuk nelayan di Pantai Baron, Tanjungsari yang saat ini memilih untuk libur melaut.

“Sudah dua minggu terakhir ini nelayan Gunungkidul sepi hasil tangkapan,” kata nelayan Supardi.

Dengan minimnya hasil tangkapan ikan di sepanjang Pantai Gunungkidul, kebutuhan ikan di sejumlah pasar harus dipasok dari luar daerah terutama dari Pantai Utara (Pantura). Dampak cuaca dan siklus tahunan mengakibatkan hasil tangkapan ikan laut sepi dan tidak mampu untuk dipasok ke pedagang ikan di sejumlah pasar di Kabupaten Gunungkidul.

“Saat ini pasokan terbanyak didatangkan dari pelabuhan Semarang terutama jenis ikan kembung, kakap dan tongkol, cakalan, udang juga cumi,” imbuh Suradi, Pedagang Ikan di Pasar Argosari Wonosari.

Sementara untuk berbagai jenis ikan air tawar juga kurang mencukupi untuk konsumsi lokal dan selama ini banyak didatangkan dari Kabupaten Wonogiri, Prambanan, Solo atau Klaten, Jawa Tengah. Terdiri dari jenis ikan nila, gurameh dan patin.

Khusus untuk jenis ikan air tawar memang terjadi sepanjang tahun karena produksi ikan budidaya di wilayah Gunungkidul terbatas dan rutinitas produksinya kurang bisa diandalkan. Hal ini disebabkan lahan untuk budidaya ikan juga terbatas hanya di beberapa daerah tertentu seperti di Kecamatan Ponjong dan Karangmojo.

“Khusus untuk ikan laut tiap minggu untuk satu pedagang rata-rata mendapat pasokan dari pantura sekitar 2 hingga 3 kali dengan volume antara 100 kilogram hingga 150 kilogram,” imbuhnya.

Secara kualitas ikan yang didatangkan dari Pantura memang kurang baik dibanding ikan laut dari pantai selatan. (Bmp)