Peristiwa Editor : Ivan Aditya Sabtu, 19 Januari 2019 / 21:10 WIB

JK Belum Tahu Dasar Hukum Pembebasan Ba'asyir

JAKARTA, KRJOGJA.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengaku belum tahu dasar hukum dan mekanisme pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'syir. Sejumlah pertanyaan publik muncul, apakah pembebasan tanpa syarat pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid itu melalui grasi atau hal lainnya.

"Ya saya bukan ahli hukum, tapi ada bisa lewat grasi, ada lewat penurunan hukuman, remisi. Itu semua diputuskan oleh Menteri Kehakiman (Menkumham)," kata JK.

Wapres JK hanya mengatakan, pertimbangan Presiden Joko Widodo untuk membebaskan pimpinan jamaah Ansharut Tauhid tersebut dilakukan atas dasar kemanusiaan karena Ba'asyir sudah tua dan sakit. "Ya pertimbangannya kemanusiaan, iya, tanya saja nanti ke Kapolri (Tito Karnavian)," ucap JK.

Sebelumnya, penasihat hukum pasangan calon Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan pihaknya berhasil meyakinkan capres petahana tersebut untuk membebaskan Ba'asyir dari LP Teroris Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Dalam unggahan di akun Instagram @yusrilihzamhd, Yusril mengatakan Presiden berpendapat bahwa Ba'asyir harus dibebaskan karena pertimbangan kemanusiaan. "Ba'asyir kini telah berusia 81 tahun dan dalam kondisi kesehatan yang makin menurun," kata Yusril dalam unggahan di akun media sosialnya. (*)