Peristiwa Editor : Ivan Aditya Minggu, 20 Januari 2019 / 00:17 WIB

PENYERAHAN BANTUAN DARI DOMPET 'KR'

Balita Terima Bahan Makanan Bergizi

MAKANAN bergizi sangat dibutuhkan bagi balita (bayi di bawah lima tahun). Sebab, kalau hal tersebut tidak terpenuhi, bisa mengganggu pertumbuhannya. Jika pertumbuhan terganggu, maka akan berpengaruh terhadap masa depan mereka. Sebab, saat dewasa nanti tidak menjadi generasi seperti yang diharapkan, yaitu yang sehat dan cerdas.

Karena itulah Tim Dompet 'KR' juga mempunyai kepedulian terhadap gizi bagi bayi di bawah lima tahun (balita) korban gempa di likuifaksi di Sigi Sulawesi Tengah. Berkenaan hal tersebut, Tim Dompet KR memberi tambahan makanan bergizi untuk para balita yang saat ini bersama para orangtuanya menjadi pengungsi dan menempati tenda-tenda pengungsian di Posko Adyaksa di Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi Sulteng. Wujudnya berupa pemberian paket berisi bahan makanan terdiri kacang hijau, kacang merah, telur ayam, dan gula pasir ditambah sabun mandi dan sabun cuci.

Tambahan bahan makanan tersebut memang dinilai sangat berarti untuk mendukung pertumbuhan balita yang tengah mengungsi ini. Sebab, jatah makan yang diterima dari posko standar-standar saja, yaitu makanan untuk semua usia. Sedang yang dikhususkan untuk balita masih kurang.

"Semua warga sangat berterimakasih kepada masyarakat Yogya dan sekitarnya yang telah mempunyai kepedulian tinggi membantu kami yang baru saja tertimpa bencana," kata Dimas Oka, salah satu warga usai penyerahan bantuan, Sabtu (19/01/2019).

Sigi Biromaru termasuk wilayah parah akibat bencana yang terjadi pada 28 September 2018 lalu. Setelah digoyang gempa, ada satu desa yang hancur terkena likuifaksi, yaitu di Jono Oge, di mana tanah dan bangunan seperti diaduk. Selain hancur, bangunan juga berpindah tempat dalam keadaan rusak, atau terbenam di tanah sehingga tidak kelihatan.

Korban jiwa pun banyak. Sedang kawasan sekitarnya tanahnya bergerak, sehingga jalan yang sebelumnya lurus menjadi berkelok dengan kondisi bergelombang dengan naik atau turun yang cukup tinggi. Karena itu, bangunannya juga banyak yang runtuh, atau miring, sehingga bahaya jika ditempati.

Kini warganya menempati tenda-tenda darurat di tanah lapang. Pemerintah juga sudah membangun beberapa unit huntara. Setiap unit huntara diperuntukkan bagi 12 KK. Sebagian huntara sudah jadi dan sudah ditempati, sedang sebagian lain masih dalam proses pembuatan.

Sedang untuk kebutuhan makan mereka disuplai logistik dari posko. Meski begitu ada juga penghuni tenda atau huntara yang sudah mulai bekerja sehingga mempunyai pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. (Fie)