DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 19 Januari 2019 / 12:25 WIB

Audiensi ke Dewan, Pelaku Wisata Pantai Glagah Minta Dibangunkan Jalan

WATES, KRJOGJA.com - Paguyuban Pelaku Wisata Laguna Pantai Glagah (PPWLPG) minta pemerintah setempat membangun jalan masuk menuju objek wisata. Karena jalan yang ada saat ini dinilai tidak representatif untuk dilewati pengunjung yang jumlahnya makin banyak.

Koordinator PPWLPG Subardiyono ketika menyampaikan hal itu saat beraudiensi dengan DPRD Kabupaten Kulonprogo, Jumat (18/01/2019) di gedung Dewan setempat. Audiensi PPWLPG ditanggapi ketua DPRD Akhid Nuryati SE, didampingi H Sihabudin, Kalis Gatot Raharjo, Muhtarom Asrori SH dan Agung Raharjo ST. Sedangkan dari eksekutif hadir Sekretaris Dinas Pariwisata.

Bardi menyatakan, sejak dilaksanakannya pembanguna New Yogyakarta International Airport (NYIA), jumlah pengunjung objek wisata Pantai Glagah mengalami peningkatan cukup besar. Sayangnya, jalan dari tempat pemungutan retribusi hingga ke lokasi Laguna relatif sempit dan kondisinya kurang baik. “Kami mohon pemerintah segera membangun jalan tersebut agar pengunjung merasa nyaman dan nantinya jumlah pengunjung semakin meningkat," ucap Bardi.

Selain jalan, Bardi juga berharap agar pemerintah membangun lampu penerangan jalan umum (LPJU), normalisasi Laguna serta pembuatan pintu air Laguna. Menurutnya, pintu air Laguna sangat diperlukan untuk membuang air ke laut saat banjir. Karena bila terjadi banjir Laguna tidak bisa digunakan untuk aktivitas pengunjung.

Terkait rencana pembangunan kawasan wisata Pantai Glagah, Bardi berharap agar para pelaku wisata setempat dilibatkan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya. Dengan harapan pembangunannya bisa sesuai dengan kebutuhan wisatawan dan pelaku wisata secara riil.

Terhadap permintaan tersebut, Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE menyatakan akan meneruskan permintaan warga kepada Bupati Kulonprogo. "Sebagai salah satu objek wisata unggulan Kulonprogo, objek wisata Pantai Glagah perlu terus dibenahi. Termasuk infrastruktur pendukung seperti jalan dan fasilitas lain yang dapat menambah daya tarik bagi wisatawan," katanya.

Untuk pembangunannya, lanjut Akhid, para pelaku wisata perlu dilibatkan secara intensif. Karena merekalah yang tahu kebutuhan riil yang diperlukan. “Jangan sampai terjadi infrastruktur yang dibangun nantinya tidak bisa dimanfaatkan karena memang tidak sesuai dengan kebutuhan, sehingga hanya mubazir," tambah Akhid.
(Wid)