Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 18 Januari 2019 / 21:51 WIB

Hujan Tak Berhenti, Rumah 115 KK Warga Joho Terendam Banjir

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Banjir akibat luapan Kali Pangen terjadi di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota setelah turun hujan sejak dua hari terakhir. Akibatnya rumah milik 115 kepala keluarga (KK) terendam air dengan ketinggian 40 - 70 cm. Meski rumah terkena banjir namun tidak sampai membuat warga terdampak mengungsi. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Jumat (18/1/2019) mengatakan, hujan deras terjadi hampir merata disemua wilayah di Sukoharjo. Akibatnya debit air di Sungai atau kali mengalami kenaikan signifikan bahkan menyebabkan terjadinya banjir. Salah satunya di Kali Pangen dimana air tidak lagi tertampung dan menggenangi rumah warga dan jalan.

Tidak tertampungnya air di Kali Pangen disebabkan karena muara di Kali Langsur sudah penuh. Banjir terjadi di Dukuh Pangen di dua Rukun Tetangga (RT) di wilayah RW 07, Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota. Air meluap dan masuk ke rumah warga pada Jumat (18/1/2019) dini hari sampai siang.

BPBD Sukoharjo sudah menerjunkan petugas untuk melakukan penanganan terhadap warga terdampak banjir akibat luapan Kali Pangen. Petugas sudah memantau secara langsung warga terdampak banjir untuk memastikan kondisinya tidak mengalami masalah.

"Kondisi warga terdampak banjir di Joho, Sukoharjo Kota sudah kami tangani. Kami juga terus memantau kondisi air karena memang hujan masih terus terjadi," ujarnya.

Dalam penanganan tersebut petugas tidak sampai mengungsikan warga terdampak banjir. Sebab warga sudah menganggap biasa kejadian banjir setiap kali musim hujan.

"Aktifitas warga masih normal dan tidak sampai menyebabkan warga terdampak banjir mengungsi," lanjutnya.

Lurah Joho Kecamatan Sukoharjo Kota Wisnu Pramudya Wardhana mengatakan, pihak Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota bersama BPBD Sukoharjo sudah mendatangi lokasi banjir. Hasilnya ditemukan banyak ditemukan rumah warga yang terendam air akibat luapan Kali Pangen. Dalam kejadian tersebut tidak membuat aktifitas warga lumpuh dan tetap berjalan normal.

"Penyebab banjir karena curah hujan tinggi dan tidak tertampung di Kali Pangen. Ada banyak rumah warga yang terendam air," ujarnya.

Kondisi Kali Pangen, Joho sendiri sudah sering dibersihkan baik sedimentasi dan sampah agar aliran air lancar. Meski begitu tetap saja masih terjadi banjir saat musim hujan datang karena kondisi di muara Kali Pangen yakni Kali Langsur penuh. Karena itu pihak Pemerintah Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota meminta kepada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) untuk segera merealisasikan normalisasi Kali Langsur. (Mam)