DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 18 Januari 2019 / 12:56 WIB

Sebar Kebencian dan Persekusi di Medsos, Siap-siap Masuk Bui

SLEMAN, KRJOGJA.com - Direktur Informasi dan Informasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenkominfo, Wiryanta Mulyono mengingatkan masyarakat pengguna sosial media untuk bijak saat berselancar. Kominfo mengungkap bahwa ada undang-undang yang menanti warganet apabila melakukan hal-hal yang dilarang seperti menyebarkan kebencian, persekusi hingga hoax.

Wiryanta mengatakan akun-akun sosial media yang menyebarkan kebencian, hoax atau persekusi tak bisa begitu saja lari dari jerat hukum. “Kalau akunnya sangat mudah diturunkan begitu ada indikasi melakukan itu. Kalau proses hukum, lebih lagi mereka tidak bisa lari ke mana-mana,” ungkapnya pada wartawan di UNY, Jumat (18/01/2019) siang.

Menurut dia, dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE), peraturan dalam bermedia sosial diatur oleh negara. “Jadi hati-hati dan jangan coba-coba main-main segenap pengguna medis sosial apa saja karena akan terjerat UU ITE. Itu seperti yang 7 juta surat suara, mau lari ke Bekasi atau ke Sragen ya tertangkap juga,” ungkapnya lagi.

Tak hanya pada akun saja undang-undang tersebut bisa dibebankan. Admin-admin grup media sosial yang memfasilitasi adanya unggahan ujaran kebencian dan persekusi pun bisa terjerat UU ITE.

“Siapa yang menjadi fasilitator, memproduksi, membantu menyebarkan atau menyebarkan itu kena semua. Karena itu kami mengajak untuk bermedia sosial yang bijak. Tidak ada gunannya ujaran kebencian, hoax dan sebagainya itu jadi jangan menebar kebencian,” pungkasnya. (Fxh)