Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 18 Januari 2019 / 13:23 WIB

Revitalisasi Pabrik Gula tak Mampu Hambat Impor, Ini Sebabnya

JAKARTA, KRJOGJA.com - Revitalisasi pabrik gula tua yang digalakkan Kementerian BUMN dinilai sia-sia dalam menahan laju impor, jika tidak diimbangi luasan lahan tebu dan ketersediaan bahan baku.

"Ini kan tidak terlepas dari ketersediaan bahan baku. Revitalisasi hasilnya nol kalau tidak ada yang digiling," ujar Peneliti Agro Ekonomi dari IPB Agus Pakpahan  di Jakarta  Jumat (17/1).

Dikatakan, dalam beberapa tahun terakhir, luas perkebunan tebu di Indonesia memang tampak terkikis. Pada tahun 2014, luas lahan perkebunan tebu masih berada di angka 478.108 hektare. Namun pada 2017, lahan tebu tersisa 453.456 hektare. Ada penurunan luas areal lahan hingga 24.652 hektare lahan dalam 3 tahun.Akibat  berkurangnya lahan tebu membuat produksi tidak bisa terangkat. 

Pada tahun 2014, produksi tebu nasional mencapai 2,58 juta ton, kemudian menciut menjadi 2,46 juta ton pada tahun 2017. Padahal di sisi lain, Kementerian Pertanian mencanangkan mampu swasembada gula pada tahun 2019.

Agus menjelaskan, pabrik gula Indonesia terus mengalami kekurangan pasokan tebu. Masalahnya memang keberadaan pabrik gula dan perkebunan tebunya tidak homogen. Artinya, ada tempat yang kelebihan pasokan tebu, ada pula yang kekurangan. 
“Secara umum sekarang kekurangan bahan baku karena terjadi penurunan luas area tanam,” ucapnya.

Masalah utamanya, menurut Agus adalah karena kebijakan yang ada tak mampu membuat petani bergairahnya untuk menanam. Melihat catatan ke belakang, kinerja pabrik gula Indonesia sempat mencapai titik terendah di tahun 1998 dengan produksi hanya mencapai 1,49 juta ton. 

Namun kemudian produksi gula lokal dapat merangkak naik dari tahun 2002 sampai tahun 2008. Sayangnya tren produksi gula setelah 2008 kembali menunjukkan penurunan, hingga sekarang hanya mencapai 2,1 juta ton.  “Mau pabrik gula baru pun, kalau tidak bisa merangsang petani berproduksi  tidak akan berkembang pohon tebu,” tuturnya. (Lmg)