DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 18 Januari 2019 / 10:12 WIB

Disdikpora Gunungkidul Inventarisir Gedung Sekolah

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul melakukan inventarisir terhadap sekolah-sekolah yang status kepemilikan tanahnya belum jelas. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya hal yang tak diinginkan terkait dengan adanya sejumlah kasus penempatan gedung sekolah yang akhirnya tanah yang ditempati dipersoalkan.

”Kita sedang lakukan inventarisir, ternyata tidak hanya salah satu SDN di Ngawen yang karena tukar gulingnya belum tuntas kemudian timbul persoalan. Inventaris dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kadisdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid SPd MM.

Untuk melakukan inventarisir tersebut pihaknya tidak berjalan sendirian dan tengah berkoordinasi dengan kepala desa dan juga dinas terkait termasuk Kantor Pertanahan dan Tata Ruang Gunungkidul. Seperti kasus tanah yang ditempati salah satu SD, permasalahan justru muncul setelah pemilik tanah meninggal dunia, diwariskan kepada anaknya dan ternyata masih juga diwariskan kepada beberapa generasi dan terjadilah persoalan.

Karena itu langkah yang ditempuh Disdikpora diharapkan ada kepastian hukum, jangan sampai ke depannya ada masalah dengan pemilik atau ahli waris lagi. ”Inventaris sudah dimulai, ada beberapa yang belum tuntas seperti Ngawen, Semin ada 2 sekolah, Nglipar ada satu sekolah, kurang lebih totalnya saat ini ada 6 sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul Herry Kriswanto mengatakan, saat ada sejumlah warga menyampaikan aspirasi ke DPRD pihaknya sempat kaget, ternyata hingga saat ini masih ada sejumlah sekolah yang belum selesai dalam urusan tukar guling. Padahal sekolah tersebut sudah digunakan puluhan tahun, dengan langkah yang dilakukan Disdikpora ini pihaknya sangat mengapresiasi.

Dengan demikian selain akan memperoleh kepastian hukum, persoalan sekolah tidak terjadi akibat proses kegiatan belajar mengajar terganggu. ”Kami sempat kaget saat ada informasi ternyata masih banyak sekolah yang belum selesai tukar gulingnya,” ucap Herry Kriswanto. (Bmp)