DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 17 Januari 2019 / 19:46 WIB

Salah Satu Dosen Terbaik Berpulang, UGM Sampaikan Duka Mendalam

SLEMAN, KRJOGJA.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan duka mendalam atas kepergian A Tony Prasetiantono salah satu dosen terbaik Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) UGM Rabu (16/1/2019) malam kemarin. Almarhum yang meninggal akibat serangan jantung saat berada di Jakarta merupakan sosok yang begitu menarik bagi UGM terutama dengan Economics Jazz yang digagasnya sejak tahun 1987 lalu.

Karier almarhum sebagai pengajar di FEB UGM dimulai sejak tahun 1986 lalu. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik di UGM sejak 2009.
 
Semasa menjadi pengajar, Toni dikenal sebagai pengamat ekonomi handal yang membuat dia kerap menjadi narasumber media cetak dan elektronik dalam mengulas berbagai isu ekonomi nasional dan menganalisis soal perkembangan ekonomi dunia. Tidak jarang ia juga diminta menulis kolom opini di media nasional dan lokal.
 
Selain dikenal sebagai pengajar, Toni juga masih menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk. Sejak 2011. Sebelumnya Tony Prasetiantono adalah Komisaris Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005.
 
Di kegiatan riset di kampus, Jabatannya sebagai Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM; Faculty Member Bank Indonesia Institute, almarhum banyak menuangkan tulisannya soal ekonomi. Pun begitu sebelum meninggal ia sempat menuangkan tulisan analisis ekonominya yang berjudul Masih Ada Ruang yang diterbitkan di Harian Kompas, 8 januari 2019 lalu.

Ia menulis, “Tidak satu pun di antara kita yang tidak menyadari, bahwa perekonomian 2019 masih akan tetap sulit. Jalan masih terjal. Ibarat lorong gelap, banyak hal yang tetap belum ketahuan ujungnya. Perekonomian global masih dicekam ketidakpastian. Perang dagang AS-China belum reda; suku bunga AS masih berpotensi naik; harga minyak dunia belum stabil. Namun, apakah semua ini akan berujung pada pesimisme perekonomian Indonesia ? Saya rasa tidak. Masih ada ruang bagi kita untuk bergerak,” tulis Tony dalam bukunya tersebut.
 
Di luar UGM, almarhum Tony Prasetiantono juga tercatat sebagai Presiden Alumni SMA Kolese De Britto. Jejaring almarhum di Indonesia bahkan dunia begitu kentara seperti saat ia menjadi promotor Economics Jazz UGM dan berhasil menghadirkan penyanyi papan atas dunia macam David Benoit, Dave Koz, Peabo Bryson, Patti Austin hingga Bob James ke panggung Yogyakarta. 

“Yang jelas UGM merasa sangat kehilangan, dan berduka atas kepergian Pak Tony. Kita tahu bersama kontribusi beliau untuk UGM selama ini. Kami memohon doa agar Pak Tony mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ungkap Iva Ariani Kepala Humas dan Protokoler UGM Kamis (17/1/2019).

Seturut rencana, jenazah almarhum Tony Prasetiantono akan dimakamkan di pemakaman UGM Sawitsari Jumat (18/1/2019) siang pukul 13.00 setelah sebelumnya di kediaman Merapi View Ngaglik Sleman. Almarhum meninggal di usia 56 tahun dan meninggalkan seorang istri serta seorang anak. (Fxh)