Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 17 Januari 2019 / 23:44 WIB

Mulai Mereda, Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

JAKARTA, KRJOGJA.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) menyatakan pertumbuhan ekonomi dunia melandai, namun ketidakpastian keuangan sedikit mereda. BI memperkirakan ekonomi nasional 2019 akan jauh lebih baik dibanding tahun lalu, di tengah ketidakstabilan global yang masih berlangsung. 

Berdasarkan pertumbuhan ekonomi dunia cenderung tumbuh melandai, disertai ketidakpastian pasar yang mulai mereda.“Stance kebijakan moneter The Fed AS lebih dovish dan diprakirakan menurunkan kecepatan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR),” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Dengan begitu, Pertumbuhan ekonomi Eropa diprakirakan juga melambat pada 2019 sehingga dapat pula memengaruhi kecepatan normalisasi kebijakan moneter bank sentral Eropa (ECB).

Di negara berkembang, pertumbuhan ekonomi Tiongkok terus melambat dipengaruhi oleh melemahnya konsumsi dan ekspor neto antara lain akibat ketegangan hubungan dagang dengan AS dan dampak proses deleveraging yang masih berlanjut.

Sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi dunia itu, harga komoditas global diprakirakan menurun, termasuk harga minyak dunia akibat peningkatan pasokan dari AS.

Sementara itu, ketidakpastian pasar keuangan sedikit mereda dan mendorong aliran modal ke negara berkembang sejalan dengan lebih rendahnya prakiraan kecepatan kenaikan FFR dan berkurangnya eskalasi ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok.

“BI juga melihat perekonomian nasional akan tetap tumbuh secara baik. Melihat tingginya angka konsumsi rumah tangga, akan kembali memperkuat pertumbuhan ekonomi, yang diprediksi mencapai 3-3,4%,” katanya.

Kemudian, BI juga akan kembali meningkatkan koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas dan implementasi reformasi struktural untuk menurunkan defisit transaksi berjalan 2019 ke kisaran 2,5% Produk Domestik Bruto (PDB). (*)