Ekonomi Agregasi    Kamis, 17 Januari 2019 / 22:13 WIB

Gagal 'Deal' dengan Rusia, AS Akan Keluar dari Perjanjian Senjata Nuklir

BRUSSELS, KRJOGJA.com – Amerika Serikat (AS) menolak tawaran dari Rusia untuk menyelamatkan perjanjian penting yang melarang adanya rudal nuklir di Eropa, dan siap untuk keluar dari kesepakatan tersebut mulai bulan depan.

Setelah pertemuan di Jenewa antara pejabat Rusia dan AS, Wakil Menteri AS untuk Kontrol Senjata dan Keamanan Internasional, Andrea Thompson mengatakan bahwa Moskow telah menolak untuk mengizinkan inspeksi terhadap sistem rudal barunya yang menurut Washington melanggar Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (Intermediate-range Nuclear Forces Treaty/INF).

Perjanjian yang dinegosiasikan oleh Presiden Ronald Reagan dan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev pada 1987 itu mengatur penghapusan persenjataan jarak menengah dari AS dan Uni Soviet dan mengurangi kemampuan mereka untuk meluncurkan serangan nuklir dalam waktu singkat.

INF melarang kepemilikan rudal berbasis darat dengan jangkauan antara 500 km sampai 5.500 km.

"Kami tidak dapat menemukan jalan baru kemarin dengan Rusia," kata Thompson tentang pertemuan 15 Januari dengan para pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Berdasarkan diskusi kemarin dan retorika yang sesuai hari ini, kami tidak melihat indikasi bahwa Rusia akan memilih untuk patuh (pada INF)," tambahnya sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (17/1/2018).

Amerika Serikat dan sekutu-sekutu NATO-nya menuntut Rusia untuk menghancurkan sistem rudal jelajah berkemampuan nuklir, 9M729, yang menurut Washington memungkinkan Rusia untuk menyerang Eropa dalam waktu singkat. Tanpa kesepakatan mengenai syarat tersebut, AS akan menarik diri dari INF mulai 2 Februari. (*)