Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 17 Januari 2019 / 18:06 WIB

Tagana Sosialisasikan Pendidikan Bencana di Sekolah

JAKARTA, KRJOGJA.com - Taruna siaga bencana (Tagana) akan diturunkan di sekolah dari TK -SLA dalam rangka mitigasi kebencanaan.

"Pendidikan kebencanaan ini menindaklanjuti perintah Presiden agar ada pendidikan kebencanaan yang tersistem dengan baik di seluruh sekolah. Ini juga dibahas dalam rapat terbatas kemarin juga ditegaskan agar segera dilaksanakan. Akhir bulan ini harus ada langkah konkret masalah gerakan mitigasi bencana nasional," ungkap Mendikbud Muhadjir Effendy dalam pertemuan dengan Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita di Kemdikbud Jakarta,Kamis (17/1 2019).

Menurut Muhadjir Kemensos dan Kemdikbud akan bekerjasama dalam mengimplementasikan pendidikan kebencanaan di sekolah. Kemensos memiliki tenaga instruktur dan tutor yang sangat mumpuni dari Tagana.  Sedangkan, kemendikbud memiliki subjek yang bisa digarap yakni sekolah para siswa.

"Kita akan padukan menjadi kekuatan yang sinergis antara dua kementerian. Bentuknya nanti akan ada tiga. Pertama informasi dan pengetahuan, kedua berbagai macam teknik menghindar dan menangani bencana, dan yang kertiga adalah simulasi. Yg akan kita realisasi itu . Untuk itu instruktur masuk ke sekolah untuk memberikan pembekalan pada pemberian teknik-teknik. Setiap sekolah juga punya KSR dan PMR dan Pramuka yang nanti anak-anak dilibatkan," ujar Mendikbud.

Mendikbud menjelaskan pengetahuan itu ada modul yang disusun bersama 
Unicef dan BNPB. Selain itu, masuk dalam tema di pelajaran tertentu. Misal IPS, kalau guru SMA/SMK itu geografi, fisika. Tapi tidak cukup itu. Ada pengetahuan teknik2 yang nanti akan disampaikan guru. Dan guru-guru ini banyak sekali yg tergabung dalam timnya Pak Mensos.

"Mereka sudah memberikan ke skolah. Namun akan kita optimalkan peran tagana ini dalam mendukung pendidikan kebencanaan di sekolah. Selain itu,  akan ajak BNPB juga tim relawan nasional yang sudah memiliki pengalaman well organize bersama kita lakukan." (Ati)