Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 17 Januari 2019 / 16:59 WIB

395 Calon ASN Baru Sukoharjo Lakukan Pemberkasan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pemkab Sukoharjo segera menerima tambahan pegawai baru sebanyak 395 calon aparatur sipil negara (ASN) berasal dari hasil rekrutmen tahun 2018. Para calon ASN yang lolos seleksi sekarang sedang melaksanakan pemberkasan sebelum resmi bekerja di pemerintahan.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sukoharjo Joko Triyono, Kamis (17/1/2019) mengatakan, proses seleksi atau rekrutmen calon ASN sudah selesai dan diketahui ada 395 orang yang dinyatakan lolos diberbagai posisi jabatan. Mereka semuanya akan diterima bekerja setelah semuanya memenuhi syarat yang ditentukan oleh pemerintah. Selain itu kepastian mereka diterima karena tidak ada satupun yang mengundurkan diri.

BKPP Sukoharjo sekarang sedang melakukan proses pemberkasan terhadap 395 orang yang lolos seleksi calon ASN. Petugas akan merekap data dengan valid agar tidak terjadi kekeliruan. Nantinya setelah berkas selesai maka akan diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan Nomor Induk Kepegawaian (NIP).

Proses tersebut diharapkan bisa diselesaikan secepatnya oleh BKPP Sukoharjo. Hal itu penting sebab keberadaan para pegawai baru sangat diperlukan untuk segera bekerja di Pemkab Sukoharjo.

"NIP itu masih ditunggu dan setelah turun dari BKN nantinya baru akan diproses SK Calon ASN oleh Bupati Sukoharjo," ujarnya.

Pemkab Sukoharjo tetap akan menerima sepenuhnya hasil rekrutmen calon ASN yang lolos meski jumlahnya tidak sesuai harapan. Sebab antara yang diterima dengan jumlah kebutuhan tidak sebanding.

"Kebutuhan yang diajukan Pemkab Sukoharjo sebanyak 407 formasi. Tapi yang lolos seleksi hanya 395 formasi saja. Artinya masih ada kekurangan yang belum mampu terpenuhi sekarang," lanjutnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, sangat realistis pada penerimaan calon ASN Tahun 2018. Sebab tidak semua lowongan terisi para pelamar. Ada temuan formasi yang ditawarkan ternyata kosong karena tidak ada pelamarnya. Kondisi tersebut sama persis dengan saat penerimaan calon ASN Tahun 2011 lalu. Kekosongan terjadi pada formasi sejumlah dokter spesialis.

Agus menegaskan, Pemkab Sukoharjo tidak akan memaksakan diri dengan melakukan pengisian sekarang. Apabila dipaksakan maka akan melanggar aturan yang ditetapkan pemerintah pusat. Sebab pengisian wajib menggunakan alur sesuai prosedur berupa lamaran dari pelamar calon ASN pada kesempatan seleksi sekarang.

"Untuk posisi formasi lowongan calon ASN seperti dokter spesialis tetap kami biarkan kosong. Pengisian kami tunda dulu dan tidak akan dipaksakan. Kami realistis saja dengan hasil penerimaan pegawai baru yang ada. Kekurangannya nanti akan kami lakukan pada periode berikutnya menunggu kebijakan dari pemerintah pusat," ujar Agus Santosa.

Pemkab Sukoharjo sudah memiliki rencana menunggu seleksi penerimaan calon ASN tahun berikutnya. Namun hal itu ternyata dianggap terlalu lama. Dampaknya dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan pada masyarakat mengingat kekosongan terjadi pada posisi dokter spesialis.

Sebagai solusi maka Pemkab Sukoharjo meminta pada RSUD Sukoharjo untuk mendorong para dokter yang ada sekarang sekolah spesialis sesuai kekosongan formasi calon ASN. Dengan demikian maka dokter tersebut bisa mendapatkan gelar spesialis tertentu dan memenuhi kebutuhan untuk pelayanan kesehatan pada masyarakat. (Mam)