DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 17 Januari 2019 / 16:30 WIB

Siswa HSPG 'Live In' di Desa Wisata Krebet

BANTUL, KRJOGJA.com - Sebanyak 130 siswa Home Schooling Primagama (HSPG) Yogyakarta jenjang SMA mengikuti 'Live In' atau tinggal di rumah penduduk di Desa Wisata Krebet Bantul. Selama tiga hari 15-17 Januari, beragam agenda diadakan dalam kegiatan bertema 'Potret Keluarga' ini, antara lain program induk semang, project art exhibition dan outbond.

General Manager (GM) HSPG Anggo Marantika mengatakan, kegiatan live in rutin diadakan setiap tahun bertujuan membentuk karakter siswa yang disiplin, toleran dan mampu beradaptasi di lingkungan baru (perdesaan). Ketika tinggal bersama warga setempat (induk semang), para siswa mengikuti aktivitas keluarga yang ditinggali, seperti membantu bercocok tanam, memberi pakan ternak atau membantu membuat kerajinan (batik kayu). "Kalau biasanya kehidupan mereka (siswa) serba berkecukupan saat di rumah, dalam live in ini mereka merasakan kehidupan yang berbeda di perdesaan dengan segala keterbatasanya," terang Anggo kepada KRJOGJA.com disela kegiatan, Kamis (17/1/2019).

Kemudian dalam project art exhibition, para siswa diminta untuk membuat sebuah karya, bisa dalam bentuk foto, video atau majalah dinding (mading) yang menggambarkan potret keluarga mereka. Menurut Anggo, melalui karya ini akan terlihat persepsi siswa terhadap keluarganya, termasuk bisa terlihat kalau ada permasalahan di keluarga mereka. Karya tersebut kemudian dipamerkan di Sanggar Peni desa setempat dan dilihat para orangtua yang juga diundang. "Selain sebagai wahana berekspresi siswa, orangtua akan tahu bagaimana persepsi putra-putrinya terhadap keluarga," ujarnya.

Sedangkan dalam kegiatan outbond diadakan beragam permainan secara kelompok untuk melatih kemampuan siswa bekerja sama dalam tim, tidak egois dan tanggung jawab. Dikatakan Anggo, setelah mengikuti kegiatan live in, pihak HSPG akan memantau perubahan sikap siswa-siswanya, kemudian dievaluasi. "HSPG tidak hanya menekankan pada bidang kognitif saja, tapi juga membekali siswa dengan ketrampilan serta memiliki karakter (attitude) yang baik, sebagai bekal meraih masa depan yang gemilang," tuturnya.

Direktur HSPG Ir Kusnanto MM mengatakan, kegiatan live in sangat penting bagi siswa untuk memberikan pengalaman berharga merasakan kehidupan yang berbeda di pedesaan. Diharapkan nilai-nilai budaya (kearifan lokal) yang ada di masyarakat setempat diresapi oleh siswa dan diimpelmentasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya displin, tanggung jawab dan toleransi. "Kita juga undang orangtua di akhir kegiatan dalam program parenting, agar ikut terlibat dalam proses pendidikan putra-putrinya," katanya. (Dev)