Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 17 Januari 2019 / 13:30 WIB

Ratusan Rumah Warga dan Sekolah di Kroya Terendam Banjir

CILACAP, KRJOGJA.com - Ratusan rumah warga dan dua bangunan sekolah serta lahan pertanian di Desa Mujur Lor, Gentasari, dan Sikampuh Kecamatan Kroya, terendam banjir, akibat luapan Sungai sungai Siwaja, menjusul Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Selatan dan Timur Cilacap, sejak Rabu (16/01/2018) malam. Ketinggian banjir yang merendam rumah warga mencapai satu meter, sehingga sebagian korban banjir mengungsi ke rumah kerabatnya di lokasi yang lebih aman. 

Ratusan rumah warga yang terendam banjir berada di Dusun Pecangakan dan Tegalanyar Desa Mujur Lor. Sedang bangunan sekolah yang terendam banjir itu SMPN 4 kroya dan SMAN 2 Kroya yang berlokasi di RT 03 RW 01 Dusun Tinggarjati Desa Gentasari Kecamatan Kroya. Kemudian lahan pertanian yang terendam banjir di Desa Sikampuh. 

"Karena hingga Kamis pagi, banjir masih belum surut, sehingga siswa-siswa kedua sekolah tersebut dipulangkan lebih awal dan dan kegiatan belajar mengajar sementara dihentikan sementara,"ujar Camat Kroya, M Najib, Kamis (17/1/2019). Menurutnya, tinggi genangan di sekolah itu berkisar 50 cm meter dan tercatat ada 18 ruang kelas yang terendam banjir. 

Dijelaskan, dari sejumlah korban banjir di Desa Mujur Lor, diketahui ada 4 warga yang menderita sakit dengan mual, pusing dan gatal-gatal. "Untuk warga yang telah dirujuk ke Puskesmas II dan PKU Kroya," lanjutnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BBPBD) Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, begitu pihaknya mendapatkan laporan banjir Rabu malam, BPBD langsung mengirim perahu karet dan petugas dan relawan untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terendam banjir. Disamping itu, UPT BPBD Kroya telah mengedrop bantuan bahan makanan untuk para korban banjir. 

"Untuk selanjutnya, kami masih memantau perkembangan cuaca, jika hari ini hujan lebat kembali turun, maka bisa dipastikan banjir bisa berlanjut," katanya.

Ketua Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, curah hujan pada Rabu (16/1/2019) malam cukup tinggi, di Stasiun Meteorologi Cilacap terpantau 135 milimeter dan di sekitar Bandara Tunggul Wulung Cilacap mencapai 92 milimeter.

"Karena terpantau diatas 100 milimeter berarti sangat lebat," ujarnya. 

Dijelaskan, berdasarkan analisis angin, saat ini, terdapat pola tekanan rendah 1005 hPa di Samudra Hindia selatan NTT dan pola tekanan rendah di Samudra Hindia barat Daya Sumatera, serta sirkulasi Eddy di Samudra Hindia barat Aceh dan Pulau Kalimantan. Kemudian pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah utara - timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 25 knot. Sedangkan di selatan wilayah Indonesia umumnya dari arah barat - utara dengan kecepatan angin berkisar antara 5 - 20 knot.

"Kondisi demikian menyebabkan di sebagian besar Jawa Tengah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," lanjutnya. Dari pantauan curah hujan di Stasiun Cilacap tercatat curah hujan di wilayah Sempor Kebumen tercatat 148 mm.

Dikatakan, sesuai prakiraan cuaca untuk Jawa Tengah dari tanggal 16 sampai dengan 18 Januari 2019, masih berpotensi hujan lebat disertai angin kencang kilat dan petir. Untuk itu, diimbau warga yang bermukim di wilayah rawan bencana banjir maupun tanah longsor harus terus waspada.(Otu)